FURUIA dan IHKAP Desak MUI Pusat Copot Ketua MUI DKI Jakarta

Fokustoday.com – Jakarta, 26 Februari 2019.

Sebelumnya, MUI DKI Jakarta membantah turut serta dalam acara Munajat 212 yang diselenggarakan di Monas, kamis (21/2/2019) lalu. MUI menyelenggarakan Senandung Salawat dan Dzikir Nasional’ bukan ‘Munajat 212’.

1550768002

Ketua MPR Zulkifli Hasan (paling kanan) duduk bersama Presiden PKS Sohibul Imam (tengah) di panggung utama Malam Munajat 212

Melalui keterangan tertulis, KH Munahar Muchtar menegaskan kegiatan Senandung Salawat dan Dzikir Nasional’sifatnya muhasabah bersama dan berupaya menyejukkan suasana melalui dzikir bersama.

“Kita berkumpul, memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk menghadirkan kebaikan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia kita tercinta,” ujarnya.

Hal yang senada disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI DKI Jakarta Faiz Rafdhi menyebut acara yang digelar MUI  tidak mengundang tokoh politik, baik Ketum PA 212 Slamet Ma’arif maupun tokoh politik lainnya.

Baca Juga :

Terkait hal itu Forum Ukhuwah Pengurus dan Imam Masjid Jakarta  (FURUIA) & Insan Hafidz Kampus Al-Qurab PTIQ Jakarta (IHKAP) mendesak MUI Pusat mencopot Manahar Mukhtar dari jabatannya sebagai Ketua MUI DKI Jakarta.

Berangkat dari peristiwa acara munajat 212 yang dilaksanakan di Monas pada kamis 21 februari  2019 telah meresahkan banyak pihak.

“Acara bertajuk doa bersama tersebut terindikasi menjadi ajang kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden,” kata Ketua Insan Hafidz PTIQ dan Forum Ukhuwah Imam Jakarta, Muhammad Irfan di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Terlebih lagi, kata dia banyak ulama dan tokoh, ustadz dan masyarakat menyayangkan bahwa penyelenggara acara tersebut diselenggarakan oleh ketua MUI DKI Jakarta.

Banyak penilaian dari public acara munajat 212 yang digelar di Monas, Kamis (21/2/2019) tersinyalir menjadi acara kampanye politik sehingga menunjukan Munahar Mukhtar sebagai ketua MUI DKI Jakarta telah menarik Lembaga MUI sebagai alat  politik.

Fakta sudah menunjukkan Munahar Mukhtar telah melakukan pelanggaran atas  AD/ART dan tujuan utama MUI sebagai wadah dari ulama dan para cendikiawan muslim yang membimbing dan mengayomi umat Islam secara independent.

Bahkan telah memunculkan  kekhawatiran, sikap ketidakpercayaan terhadap lembaga MUI dan kehormatan pada ulama di  dalamnya.

“Kami menilai, menjadikan agama sebagai alat politik adalah sikap merendahkan nilai agama karena menempatkan agama di bawah politik dan dukungan kepada salah satu pasangan calon dalam pilpres,” katanya. (FT/tribunnews/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s