Sholat itu Urusan Pribadi Kita Dengan Allah, Bukan Karena Fingerprint

Fokustoday.com – Tanjungpinang, 5 Maret 2019.

Aturan baru diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengenai sholat subuh berjamaah terhadap pejabatnya. Sholat subuh berjamaah diterapkan dengan menggunakan absen fingerprint atau sidik jari.

fingerprint.jpg

Mesin absensi dengan fingerprint

Absen fingerprint atau sidik jari salat subuh berjamaah di masjid ini khusus untuk pejabat eselon II. Namun kebijakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun itu ditolak pejabat di lingkungannya.

Dilansir dari Antara, Senin (4/3/2019), aturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Kepri itu baru dilaksanakan pada Februari 2019. Namun kewajiban sholat Subuh yang harus pakai absen sidik jari itu tak berlaku setiap hari.

Kepala Dinas Olahraga Kepri Meifrizon mengatakan kebijakan itu untuk mendorong pejabat eselon II sholat berjamaah di masjid, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, untuk mempererat silaturahmi di antara pejabat pemprov.

“Tentu ada pengaruh terhadap tunjangan kinerja daerah kalau tidak hadir,” ujar Meifrizon.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan kebijakan itu bersifat imbauan. Namun dirinya menolak melakukan absen fingerprint sholat Subuh.

“Saya sholat Subuh berjemaah di masjid, ikut Gubernur, namun saya tidak fingerprint. Sholat itu kewajiban, hubungan antara saya dengan Allah, jadi tidak perlu absen,” kata Tjetjep di Tanjungpinang.

Meski demikian, Tjetjep mengatakan kebijakan itu untuk menggairahkan sholat Subuh berjamaah di masjid. Pemprov Kepri menginginkan seluruh pimpinan organisasi pemerintah daerah yang beragama Islam meningkatkan iman dan takwa melalui sholat Subuh berjamaah.

Sementara itu, pejabat lainnya enggan sholat Subuh berjamaah mengikuti Gubernur Nurdin Basirun. Mereka memilih sholat Subuh di masjid dekat rumahnya.

“Sholat itu urusan pribadi kita dengan Allah, bukan karena fingerprint. Sholat tidak perlu ikut Gubernur, karena jam kerja pegawai itu 8 jam, dimulai pada pagi hari, bukan subuh hari,” kata salah seorang pejabat eselon II yang tak mau disebut identitasnya.(FT/detik/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s