Setelah Mangkir, Bawaslu Agendakan Undangan Ketiga untuk Fadli Zon dan Neno

Fokustoday.com – Jakarta, 12 Maret 2019.

Sebelumnya terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam kegiatan Munajat 212 pada 21 Februari 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta telah memanggil Fadli Zon dan Neno Warisman untuk mengklarifikasi, namun keduanya mangkir.

Fadli-Neno.jpg

Fadli Zon – Neno Warisman (foto:tribunnews)

Kali ini Bawaslu mengagendakan undangan ketiga kepada Fadli Zon dan Neno Warisman. Undangan ketiga Fadli dijadwalkan pada Senin (18/3), sedangkan undangan untuk Neno dijadwalkan pada Rabu (13/3).

Undangan ketiga tersebut dilayangkan Bawaslu karena keduanya kembali mangkir dari undangan klarifikasi kedua Bawaslu yang dijadwalkan berlangsung hari Senin (11/3).

“Kami mengundang MUI Provinsi DKI Jakarta pada pukul 10.00 WIB, kemudian Pak Fadli Zon pada pukul 14.00 WIB dan Ibu Neno Warisman pada pukul 16.00 WIB.

Namun yang hadir hanya MUI DKI,” ujar Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, Senin (11/3/2019).

Baca Juga :

Dijelaskan Puadi, Fadli tidak bisa hadir karena masih berada di luar negeri, yaitu di Mesir. Sedangkan Neno tidak memberikan kabar.

Selain kedua tokoh tersebut, Bawaslu DKI Jakarta juga mengundang penyelenggara kegiatan Munajat 212, yakni Lembaga Dakwah Front Pembela Islam (FPI) yang undangannya dijadwalkan pada Rabu pekan ini.

Terkait sikap Bawaslu apabila pihak yang diundang kembali mangkir, Puadi mengatakan jajarannya belum mempersiapkan sejauh itu.

“Sampai saat ini kami di (Bawaslu) DKI belum menemukan terlapor pada posisi diundang kemudian tidak hadir tiga kali. Biasanya dua kali dia menghadiri undangan,” kata Puadi.

Dijelaskannya bahwa setelah undangan ketiga, Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam Unit Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan melakukan penilaian terhadap dugaan pelanggaran pidana pemilu.

Puadi mengatakan Bawaslu punya waktu sampai tanggal 20 Maret atau 14 hari sejak laporan didaftarkan untuk menentukan ada pelanggaran atau tidak dalam kegiatan Munajat 212.

Puadi mengatakan, berdasarkan UU No 7 Tahun 2017 Pasal 480, inabsentia mengenal pada posisi mereka sebagai tersangka atau terdakwa. Jadi dalam proses penyelidikan memang tidak ada pemanggilan paksa, jadi meski pihak yang diundang tiga kali tidak memenuhi undangan, Bawaslu akan tetap memberikan penilaian-penilaian yang menjadi langkah Unit Gakkumdu selanjutnya.

Apabila dalam 14 hari telah diklarifikasi dan diduga ada pelanggaran pidana pemilu maka akan ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan. Namun apabila tidak ada dugaan pelanggaran pidana maka status pelaporan tersebut akan dihentikan. (FT/antara/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s