Arab Saudi Tangkap Perempuan Hamil Yang Kritik Putra Mahkota

Fokustoday.com- Riyadh, 8 April 2019

perempuan-tak-bercadar-kini-boleh-masuk-pengadilan-di-saudi-_171229141515-465

Arab Saudi Menangkap Aktivis Perempuan

Arab Saudi menangkap setidaknya tujuh orang, termasuk dua orang berkewarganegaraan ganda (Saudi dan Amerika Serikat) dan seorang perempuan yang tengah hamil. Perkembangan ini disampaikan lembaga hak asasi manusia yang berbasis di London, ALQST, Jumat (5/4).

Dilaporkan BBC, Minggu (7/4/2019), mereka yang ditangkap dilaporkan bukan aktivis, namun penulis dan blogger yang mendiskusikan reformasi. Sebelum ditahan, mereka dilarang melakukan perjalanan sejak Februari lalu.

Penangkapan dilakukan ketika sejumlah pihak mengkhawatirkan nasib orang-orang yang menjalani penahanan setelah mendesak pemerintah menghargai hak-hak perempuan.

Bulan lalu, 10 pegiat hak-hak perempuan diadili, yang ditahan menyusul operasi penangkapan terhadap para pegiat yang dimulai pada 2018. Sebanyak 10 pegiat ini dibebaskan dengan jaminan pekan lalu.

Kasus ini membuat masyarakat internasional mengeluarkan kecaman.

Tak kurang dari 36 negara mendesak pembebasan mereka saat menggelar pertemuan di Dewan HAM PBB.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Saudi terkait penahanan terbaru atas tujuh warga.

Mereka yang ditahan termasuk enam laki-laki dan seorang perempuan, menurut informasi yang dikumpulkan ALQST. Beberapa laporan menyebutkan jumlah warga yang ditangkap berjumlah delapan orang.

Perempuan yang ditangkap adalah Khadijah Al Harbi, penulis yang sedang hamil dan penulis yang memegang paspor Amerika Serikat, Salah Al Haidar. Ibu Al Haidar belum lama ini termasuk di antara aktivis yang dibebaskan pemerintah.

Keluarga Al Haidar memiliki rumah di Virginia, Amerika Serikat (AS), namun tinggal di Saudi bersama anak dan istrinya, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press.

Warga Saudi-AS yang juga ditahan, menurut sejumlah laporan, adalah Badr Al Ibrahim, yang dikenal sebagai seorang penulis dan dokter.

Catatan hak asasi manusia Arab Saudi mendapat sorotan sejak pembunuhan terhadap wartawan veteran Jamal Khashoggi di kantor konsulat Sadi di Istanbul, Turki, Oktober 2018.

Tim penyelidik Turki dan beberapa kalangan meyakini ada keterlibatan putra mahkota, Mohammed bin Salman. Sebagai pemegang kekuasaan yang sebenarnya di Saudi, ia diduga mendalangi pembunuhan.

Namun para pejabat di Saudi menolak tuduhan ini dan mengklaim bahwa Kashoggi “tewas dalam operasi liar”. Sebanyak 11 warga Saudi diadili dalam kasus ini Januari silam.

Penangkapan para aktivis dan penulis dianggap sebagai upaya mencegah adanya kritik terhadap putra mahkota, yang sejak dalam beberapa waktu terakhir mengumumkan dan menerapkan beberapa program reformasi.

Kendati demikian, banyak pihak masih mengatakan prihatin dengan pemberlakukan hak-hak perempuan di Saudi.

Forum Ekonomi Dunia menempakan Saudi di urutan 141 dari 149 negara di daftar keseteraan gender global 2018. Perempuan di Saudi tak boleh bepergian, menikah atau membuka rekening bank tanpa izin wali laki-laki.

Beberapa waktu lalu, seorang remaja perempuan kabur dari keluarganya, dan kasusnya menarik perhatian secara luas.

Rahaf Al Qunun, demikian nama remaja berusia 18 tahun tersebut, mengunci diri di satu hotel di Bangkok setelah petugas imigrasi mencoba memulangkannya ke Saudi.

PBB turun tangan memberikan bantuan dan dia mendapatkan suaka di Kanada.(ft/des/iNews)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s