Kadisdik Garut Minta Maaf Setelah Mendapat Kecaman Banser Soal Naskah USBN SMP

Fokustoday.com – Garut, 11 April 2019.

Beredar soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP yang dianggap mendiskreditkan salahsatu ormas Islam, Banser NU.

Hasil gambar untuk USBN SMP garut di kecam banser

Soal ujian mata pelajaran Bahasa Indoenesia tersebut memuat persoalan pembakaran bendera bertulis kalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser saat Hari Santri Nasional di Garut beberapa waktu lalu.

Soal itu dianggap mendiskreditkan Banser dan Nahdlatul Ulama. Soal USBN kurikulum 2006 itu beredar melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Dalam soal Bahasa Indonesia nomor 9 yang berada di halaman 3 tersebut, membahas persoalan pembakaran bendera yang disebut polisi merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oknum Banser saat gelaran Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Limbangan, 22 Oktober 2018 lalu.

Ada 2 teks pernyataan dalam soal tersebut. Soal itu memuat jawaban pilihan ganda A,B,C,D. Salah satu jawabannya, menyatakan Banser agar dibubarkan.

“Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan cenderung arogan,” isi jawaban pilihan ganda A, teks 2 soal tersebut.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tak terima dengan beredarnya kertas ujian yang mencantumkan ‘Bubarkan Banser’ dalam materi USBN Bahasa Indonesia tingkat SMP di Garut tersebut. Banser merasa dicemarkan nama baiknya.

“Kami dari jajaran Banser Jawa Barat mengecam keras terhadap tim pembuat soal tersebut karena itu jelas-jelas mendiskreditkan kita,” ujar Kasatkorwil Banser Jabar Yudi Nurcahyadi, Rabu (10/4/2019) sore.

Yudi menganggap soal tersebut mencemarkan nama baik Banser. Sebab, dia menegaskan, permasalahan pembakaran bendera sudah diselesaikan oleh pihak berwajib.

“Permasalahan tersebut secara hukum telah inkrah, bahwa anggota Banser tidak bersalah, karena itu jelas-jelas bendera HTI yang dilarang di Indonesia. Ketika masalah ini diungkit, ini jadi multitafsir terhadap anak didik yang mendapat soal tersebut,” tutur Yudi.

Pihaknya berharap Bupati Garut bersikap tegas kepada Disdik berkaitan masalah tersebut. “Kita tuntut Bupati Garut untuk mencopot Kadisdik Garut dan juga tim pembuat soal untuk dibubarkan, agar tidak lagi terjadi masalah-masalah seperti itu,” kata Yudi.

Disdik Garut menyampaikan permohonan maaf terhadap masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), terkait kertas soal ujian tingkat SMP yang mencantumkan ‘Bubarkan Banser’.

“Kami secara tulus atas nama keluarga besar Dinas Pendidikan Garut dengan kejadian ini memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Kadisdik Garut Totong kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019).

Totong mengungkapkan naskah soal-soal ujian tersebut dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Garut. Ia mengaku telah berulangkali mengingatkan tim pembuat soal untuk tidak memasukkan soal yang mengandung unsur SARA ataupun soal yang berpotensi menimbulkan polemik.

“Soal ini kan ada SOP bahwa dari soal untuk USBN itu ada standar. Itu 20 persen pusat dan 80 persen dari kabupaten. Penulisan soal itu oleh MGMP,” katanya.

Totong mengakui pencantuman ‘Bubarkan Banser’ di kertas naskah soal ujian itu murni kesalahan Disdik Garut. Dia menegaskan pihaknya tidak ada maksud lain dalam soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.

“Pada prinsipnya kami tidak ada maksud apapun dalam penampilan secara keseluruhan teks soal tersebut untuk menyinggung pihak mana pun. Kemudian Tidak ada muatan politik atau menyinggung urusan sara atas sejenisnya,” tutur Totong. (FT/detik/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s