Iran dan Pakistan Bentuk Pasukan Gabungan di Perbatasan

Fokustoday.com- Jakarta, 24 April 2019

Rouhani-Iran-Pakistan-Akan-Bentuk-Pasukan-Gabungan-di-Perbatasan-1

Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara selama konferensi pers dengan Presiden Irak Barham Salih (tidak ada dalam foto) di Baghdad, Irak, pada 11 Maret 2019. (Foto: Reuters/Thaier al-Sudani)

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran-Pakistan akan membentuk pasukan gabungan di perbatasan untuk memerangi terorisme, mengingat aktivitas militan di perbatasan bisa menjadi sumber ketegangan. Hubungan Iran-Pakistan telah tegang dalam beberapa bulan terakhir, di mana kedua belah pihak menuduh satu sama lain tidak melakukan cukup upaya untuk membasmi militan.

Iran-Pakistan akan membentuk pasukan gabungan cepat tanggap untuk memerangi aktivitas militan di perbatasan bersama mereka, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Senin (22/4), saat konferensi pers yang disiarkan televisi bersama Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Khan tiba di Iran pada Minggu (21/4) untuk membahas masalah-masalah keamanan dan regional, TV pemerintah Iran melaporkan, sehari setelah Islamabad mendesak Teheran untuk bertindak melawan para militan yang berada di balik pembunuhan di provinsi Baluchistan, Pakistan.

Hubungan Iran-Pakistan telah tegang dalam beberapa bulan terakhir, di mana kedua belah pihak menuduh satu sama lain tidak melakukan cukup upaya untuk membasmi militan yang diduga berlindung di seberang perbatasan.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan kedua negara, pasukan perbatasan kami, dan pasukan intelijen kami,” kata Rouhani selama konferensi tersebut, yang disiarkan langsung di TV pemerintah. “Dan juga untuk membentuk pasukan gabungan cepat tanggap di perbatasan kedua negara untuk memerangi terorisme.”

Khan mengatakan bahwa aktivitas militan di perbatasan bisa menjadi sumber ketegangan.

“Alasan paling penting mengapa saya di sini, Tuan Presiden, adalah karena saya merasa bahwa masalah terorisme akan meningkatkan perpecahan di antara kedua negara kita,” kata Khan selama konferensi pers tersebut. “Jadi, sangat penting bagi saya untuk datang ke sini dan datang bersama kepala keamanan kami mengingat bahwa kami menyelesaikan masalah ini.”

Sebuah kelompok baru yang mewakili berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di Baluchistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Kamis (18/4) ketika 14 penumpang tewas setelah diculik dari bus di provinsi itu, yang berbatasan dengan Iran.

Khan kemudian bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang mengatakan bahwa para “musuh” mendukung kerusuhan di wilayah perbatasan.

“Kelompok-kelompok teroris yang menjadi sumber ketidakamanan di perbatasan menerima uang dan senjata dari musuh, dan salah satu tujuan kerusuhan tersebut adalah untuk meracuni hubungan kedua negara,” kata media pemerintah mengutip Khamenei.

Iran menuduh Arab Saudi mendanai para pemberontak bersenjata itu. Arab Saudi membantah terlibat.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, mengatakan pada Sabtu (20/4) bahwa pelatihan dan kamp-kamp logistik aliansi baru yang melakukan serangan itu, berbasis di Iran dan ia meminta Iran untuk mengambil tindakan untuk melawan para pemberontak.

Muslim Syiah Iran mengatakan bahwa kelompok-kelompok militan beroperasi dari tempat-tempat yang aman di Pakistan dan telah berulang kali meminta Islamabad untuk menindak mereka.

Teheran telah meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasannya dengan Pakistan, setelah seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan 27 anggota Garda Revolusi Iran pada pertengahan Februari di Iran tenggara, di mana para pejabat Iran mengatakan bahwa para penyerang berbasis di Pakistan.

Kelompok Sunni Jaish al Adl (Tentara Keadilan)—yang mengatakan bahwa mereka mencari hak yang lebih besar dan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi etnis minoritas Baloch—mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Secara terpisah, Rouhani mengatakan selama konferensi pers, bahwa Republik Islam Iran siap membantu kebutuhan minyak dan gas Pakistan.

Pelaporan oleh Babak Dehghanpisheh, penyuntingan oleh Louise Heavens. (ft/des/reuters)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s