Hasil Jajak Pendapat! Rakyat Amerika Sudah Muak Dengan Trump

Fokustoday.com- Jakarta, 3 April 2019

Rakyat-Amerika-muak-pada-Trump-768x542

Tingkat Kepercayaan Kepada Trump Menurun

Hasil jajak pendapat menunjukkan, sebagian besar rakyat Amerika Serikat sudah muak dengan presiden mereka, Donald Trump. Tingkat persetujuan Trump jauh di bawah 50 persen, dan sebagian pemilihnya mengatakan, dia tidak akan memilih Trump lagi. Dari berbagai kebijakan Trump, persetujuannya hanya cukup tinggi di bidang ekonomi, dan terburuk di masalah imigrasi.

Dalam beberapa jajak pendapat, rakyat Amerika terus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap Presiden Trump dan kebijakannya. Jajak pendapat Post-ABC yang diadakan setelah perilisan laporan Mueller menunjukkan 39 persen menyetujui dan 54 persen tidak menyetujui kinerjanya―kira-kira sesuai dengan jajak pendapat dari Reuters/Ipsos (40/53), Politico-Morning Consult (39/57) dan Monmouth (40/54).

Jajak pendapat Post-ABC menunjukkan ia mendapat nilai buruk pada imigrasi (39/57) dan deklarasi darurat nasionalnya (34/64). Penyelidikan Mueller tidak teralu mengubah pikiran kebanyakan rakyat Amerika (58) tentang Trump tetapi bagi mereka yang berubah pikiran setelah laporan Mueller, 23 persen berubah menjadi lebih negatif dan 11 persen berubah lebih positif tentang dia. Dengan selisih yang lebar, rakyat Amerika mengerti bahwa dia tidak terlepas dari tuduhan (53/31) dan bahwa dia telah berbohong kepada rakyat Amerika (58/31).

Mayoritas tidak setuju dengan pemakzulannya dan akan memilihnya kembali. Mayoritas substansial (58 persen) mengatakan mereka tidak akan memilihnya lagi pada tahun 2020. Sejumlah orang mengatakan penanganan Trump mengenai imigrasi, perawatan kesehatan, dan perdagangan membuat mereka cenderung untuk tidak akan memilihnya lagi. Hanya di bidang ekonomi, rakyat menilai kinerjanya baik dengan selisih tipis (39/32). Berikut adalah alasan yang patut menjadi kekhawatiran Partai Republik:

Hasil jajak pendapat menunjukkan gelombang populisme baru yang dapat membentuk kembali kampanye presiden lain dengan sekitar 18 bulan sebelum pemilih memutuskan apakah akan memilih kembali Trump sebagai presiden.

Sentimen ini paling banyak ada di antara pemilih Demokrat dan independen, tetapi juga ada di antara sejumlah pemilih Republik. Sekitar 8 dari 10 Demokrat dan 6 dari 10 independen mengatakan sistem ekonomi negara itu memberikan keuntungan bagi mereka yang sudah berkuasa, sementara hampir sepertiga dari pemilih Republik memiliki pandangan yang sama.

Apa yang telah menjadi pencapaian besar Trump, rencana pajak, sekarang menjadi simbol keputusannya untuk meninggalkan populisme ekonomi demi kapitalisme kroni dan pemotongan pajak besar-besaran untuk golongan rakyat Amerika terkaya.

Perawatan kesehatan adalah kelemahan Partai Republik pada tahun 2018, dengan Trump masih bertekad untuk mencabut Undang-Undang Perawatan Terjangkau yang mungkin akan terjadi pada tahun 2020. Associated Press melaporkan, “Jajak pendapat Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research menemukan bahwa Partai Demokrat mendapat keunggulan 17 persen poin dibandingkan Partai Republik dalam penilaian rakyat Amerika terhadap partai mana yang menurut mereka bisa dipercaya untuk menangani perawatan kesehatan, 40 persen banding 23 persen.”

Partai Demokrat memiliki keunggulan besar, asalkan mereka memilih rencana yang tepat:

Lima puluh tujuh persen percaya bahwa pemerintah federal bertanggung jawab untuk memastikan semua rakyat Amerika memiliki perawatan kesehatan, sementara 41 persen berpendapat bahwa perawatan kesehatan bukan tanggung jawab pemerintah. …

Di antara semua rakyat Amerika, 42 persen mendukung rencana pembayar tunggal seperti yang didukung oleh Senator Bernie Sanders, sementara 31 persen menyatakan oposisi. Seperempat lainnya mengatakan mereka tidak mendukung atau menentang. Dukungan menurun di sepanjang garis partisan dan ideologis, dengan Demokrat liberal sekitar empat kali lebih mungkin untuk mendukung pembayar tunggal daripada Partai Republik konservatif.

Christine Knapp, seorang anggota Partai Republik dari Fresno, California, prihatin bahwa pendekatan Sanders mungkin memengaruhi cakupan Medicare-nya saat ini. …

Bagaimanapun, kesenjangan partisan menyempit secara signifikan untuk opsi pembelian pada program pemerintah.

Secara keseluruhan, 53 persen mendukung opsi pembelian, dengan 17 persen menentang dan 29 persen netral.

Pendukung Demokrat mendukung kedua rencana tersebut dengan perbandingan yang sama. Tapi pendukung Republik hampir dua kali lebih mungkin untuk mendukung rencana opsi publik sebagai rencana pembayar tunggal, dengan 44 persen banding 22 persen.

Semuanya ini menunjukkan bahwa tujuan presiden, yang sering dianggap sebagai pembohong, untuk memenangkan masa jabatan kedua dan mencabut Undang-Undang Perawatan Terjangkau sangat tidak populer. Situasi akan menjadi lebih buruk bagi Trump jika, misalnya, ekonomi mendingin atau jika calon Demokrat memenangkan rencana opsi publik yang sangat populer, berlawanan dengan sumpah Trump untuk mencabut Undang-Undang Perawatan Terjangkau (dan, untuk memotong Medicare).

Namun, ini bukan berarti Demokrat telah berhasil. Seperti yang telah terjadi pada tahun 2016, seburuk apapun Trump, calon Demokrat yang lemah masih memiliki kemungkinan untuk kalah. Kesempatan terbaik dan mungkin adalah kesempatan satu-satunya Trump untuk tetap bertahan secara politik adalah jika calon dari Partai Demokrat bisa membuat kegagalan Trump tidak tersorot, baik karena ia memiliki kelemahan pribadi yang fatal atau karena calon Demokrat itu merupakan ideologis ekstrim dan berbahaya.

Jika Demokrat berpikir bahwa Trump adalah penyebab atau gejala dari perpecahan, ketidaksetaraan, sinisme tentang pemerintah, dan keruntuhan norma-norma dan institusi demokrasi, akan sulit untuk menemukan orang yang tidak setuju dengan premis bahwa kecuali Trump dihapus sebelum tahun 2020 atau kalah pada tahun 2020, tidak ada perbaikan yang diperlukan untuk mengatasi kondisi di mana Trump dapat memperkuat basisnya.

Maka, secara logis, satu-satunya faktor terpenting bagi Demokrat adalah keterpilihan. Masih belum pasti apakah mereka akan memilih calon mereka atas dasar itu atau tidak, tetapi sebuah partai jarang memiliki kesempatan untuk melawan presiden berkuasa yang lemah dan tidak populer seperti ini. Demokrat lebih baik memanfaatkannya.(ft/des)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s