IHSG Merosot 2,16% pada Sesi I, Bursa Asia Melemah
IHSG sempat merosot 2,16 persen pada sesi I dan ikut melemah bersama bursa Asia. Indeks kemudian pulih dari titik terendah sebelum ditutup turun 1,33 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,16 persen pada perdagangan sesi pertama Kamis, 15 Oktober 2026, sejalan dengan pelemahan sejumlah bursa Asia. Indeks sempat turun hingga 5.814,72 setelah dibuka di level 5.917,13, sebelum berangsur pulih pada perdagangan sore dan ditutup di 5.863,78.
Data RTI Business menunjukkan tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan. Pada sesi I, sebanyak 621 saham melemah, berbanding jauh dengan 80 saham yang menguat. Sebanyak 89 saham lainnya tidak berubah.
IHSG sempat jatuh lebih dari 2 persen
Penurunan pada paruh pertama perdagangan membawa IHSG menjauh dari level psikologis 6.000. Sepanjang sesi tersebut, indeks terus bergerak turun dari posisi pembukaan hingga berakhir di 5.814,72. Nilai itu mencerminkan pelemahan 2,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Aktivitas transaksi pada sesi I tercatat sebanyak 1.096.641 kali. Nilai perdagangan mencapai Rp 8,57 triliun, sementara volume yang tercatat dalam data RTI Business sebanyak 22,43.
Tekanan tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia. Sejumlah indeks utama di Asia juga bergerak di zona merah pada siang hari, dengan tingkat penurunan yang berbeda-beda.
Bursa Asia ikut terkoreksi, Nikkei turun terdalam
Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,71 persen ke level 5.384,7. Shanghai Composite Index turun 1,59 persen ke 3.707,32, sedangkan Hang Seng Index terkoreksi 1,21 persen ke 24.019,750.
Penurunan paling dalam di antara indeks yang disebutkan terjadi pada Nikkei 225 Jepang. Indeks tersebut merosot 4,69 persen ke level 64.567,39. Pergerakan ini membuat pelemahan IHSG pada sesi I berlangsung bersamaan dengan koreksi di beberapa pasar saham regional.
Data tersebut menggambarkan kondisi pasar pada waktu yang berbeda dalam satu hari perdagangan. Angka IHSG 5.814,72 merupakan posisi penutupan sesi pertama, bukan nilai penutupan akhir hari. Perbedaan waktu pencatatan ini penting untuk membaca perubahan indeks sepanjang perdagangan.
IHSG berangsur pulih menjelang penutupan
Memasuki sesi berikutnya, IHSG masih bertahan di zona merah, tetapi tidak menutup hari pada titik terendahnya. Indeks sempat menyentuh 5.804,21 sebelum mengalami perbaikan menjelang akhir perdagangan.
Pada penutupan Kamis, IHSG berada di level 5.863,78, turun 79,24 poin atau 1,33 persen. Dengan demikian, pelemahan akhirnya lebih kecil daripada penurunan 2,16 persen yang tercatat pada sesi pertama.
Meski indeks pulih dari titik terendah, mayoritas saham tetap melemah. Pada akhir perdagangan, sekitar 567 saham berada di zona merah, sementara 108 saham menguat dan 120 saham stagnan.
Transaksi sepanjang hari mencapai 1.691.580 kali, dengan volume 35,2 miliar saham dan nilai Rp 13,52 triliun. IHSG pun mengakhiri hari cukup jauh dari level 6.000.
Kinerja IHSG masih tertekan sejak awal tahun
Pelemahan pada Kamis menambah tekanan terhadap kinerja indeks dalam rentang yang lebih panjang. Secara year-to-date, IHSG tercatat turun 32,19 persen. Sementara secara tahunan atau year-on-year, indeks melemah 26,31 persen.
Pergerakan satu hari tidak dengan sendirinya menjelaskan arah pasar berikutnya. Namun, data perdagangan menunjukkan dua hal yang patut dicermati investor: tekanan jual yang meluas di saham-saham domestik dan koreksi serentak di sejumlah bursa Asia. Perkembangan indeks dan sebaran saham pada sesi-sesi selanjutnya akan memberi gambaran lebih jelas mengenai apakah tekanan tersebut berlanjut atau mulai mereda.
