BIPM Jadwalkan Akhiri Leap Second pada 2027
BIPM disebut mempercepat penghapusan leap second menjadi 20 Mei 2027. Risiko gangguan infrastruktur dan kemungkinan leap second negatif menjadi pertimbangan utama.
Bureau International des Poids et Mesures (BIPM) mempercepat rencana penghapusan leap second atau detik kabisat. Penyesuaian waktu yang semula dijadwalkan berakhir pada 2035 itu disebut akan dihentikan mulai 20 Mei 2027, untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem komputer dan infrastruktur yang bergantung pada ketepatan waktu.
Leap second selama ini ditambahkan sesekali pada Coordinated Universal Time (UTC) agar waktu sipil tetap mendekati rotasi Bumi. Namun, rotasi planet tidak berlangsung dengan kecepatan yang selalu sama. Perubahan akibat atmosfer, samudra, inti Bumi, dan Bulan membuat waktu penyesuaian sulit dipastikan jauh-jauh hari.
Dalam laporan Telset.id, BIPM menilai pola penyesuaian tersebut semakin berisiko bagi sistem modern. Berbeda dengan kalender kabisat yang jadwalnya dapat diperkirakan, leap second ditetapkan berdasarkan kondisi rotasi Bumi. Akibatnya, pengelola perangkat lunak dan infrastruktur harus siap menghadapi perubahan waktu yang tidak selalu bisa direncanakan secara rutin.
Risiko detik kabisat bagi sistem penting
Kekhawatiran BIPM bukan hanya berkaitan dengan komputer pribadi. Sistem transportasi, distribusi energi, telekomunikasi, dan proyek antariksa termasuk infrastruktur yang mengandalkan pencatatan waktu secara konsisten. Kesalahan kecil dalam pengaturan waktu bisa menimbulkan anomali pada sistem yang saling terhubung.
Risiko yang disorot adalah kemungkinan perlunya negative leap second pada 2035. Jika leap second positif menambahkan satu detik, penyesuaian negatif akan mengurangi satu detik. Menurut sumber, BIPM memperkirakan probabilitas kebutuhan penyesuaian negatif itu mencapai 30 persen.
Penyesuaian negatif belum pernah diterapkan. BIPM, sebagaimana dikutip Telset.id, menyebut perubahan semacam itu berisiko tinggi memicu anomali dan gangguan karena banyak infrastruktur penting belum siap. Lembaga tersebut juga memperkirakan biaya persiapannya dapat sebanding dengan upaya menghadapi millennium bug.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan leap second dapat menimbulkan persoalan teknis. Reddit, misalnya, pernah mengalami gangguan setelah penambahan detik kabisat pada 2012. Sementara itu, leap second positif terakhir yang disebut dalam laporan terjadi pada 31 Desember 2016: jam menunjukkan pukul 23:59:60 sebelum berganti menjadi 00:00:00 pada 1 Januari 2017.
Leap hour disebut sebagai pengganti
Alih-alih mendorong pembaruan perangkat lunak dan penggantian perangkat keras yang tidak kompatibel, BIPM memilih menghapus leap second. Laporan Telset.id menyebut penyesuaian itu akan digantikan dengan leap hour pada tahun berikutnya. Perubahan satu jam dinilai lebih mudah diterima dibanding penambahan atau pengurangan satu detik yang waktunya sulit diprediksi.
Argumen yang dikemukakan BIPM adalah bahwa selisih satu jam bukan hal asing dalam pengaturan waktu. Di sejumlah negara, waktu matahari lokal dan waktu sipil memang berbeda lebih dari satu jam karena pilihan zona waktu. Perubahan satu jam juga sudah dikenal melalui penerapan waktu musim panas atau daylight-saving time di sejumlah wilayah.
Leap hour, dalam rencana tersebut, dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan UTC dalam jangka panjang. Sumber menyebut standar waktu itu diperkirakan tetap selaras dengan TAI selama beberapa abad. Peralihan ini bukan berarti rotasi Bumi menjadi seragam, melainkan perubahan cara standar waktu internasional menangani perbedaan antara putaran Bumi dan waktu sipil.
Transisi waktu menuntut kesiapan industri
Perubahan itu juga mengubah cara industri teknologi mengelola waktu. Selama ini, sistem yang mengikuti UTC perlu mampu menerima penambahan detik pada saat yang ditentukan. Jika jadwal penghapusan diberlakukan seperti yang disebutkan, pengelola sistem harus memahami skema baru dan memastikan perangkat yang digunakan dapat menyesuaikan diri.
Bagi pengguna komputer desktop, dampak leap second biasanya tidak terasa, terutama bila layanan waktu pada server telah diperbarui. Namun, ketergantungan infrastruktur nasional pada sistem pencatatan waktu membuat keputusan ini lebih luas daripada sekadar urusan jam di layar. Karena itu, masa menuju 20 Mei 2027 akan menjadi periode penting bagi pihak yang mengelola layanan digital dan jaringan kritis.
Rencana BIPM pada akhirnya mencerminkan pilihan antara mempertahankan penyesuaian kecil yang sulit diprediksi atau merancang perubahan lebih besar dengan jarak waktu yang panjang. Kejelasan jadwal dan kesiapan teknis akan menentukan apakah peralihan dari leap second menuju leap hour dapat berlangsung tanpa mengganggu layanan yang bergantung pada UTC.
