Jessica Mila Nikmati Kehamilan Kedua dengan Lebih Rileks
Jessica Mila merasa lebih rileks menjalani kehamilan kedua dan berharap bisa melahirkan normal. Namun, kesehatan dirinya dan bayi tetap menjadi prioritas.
Jessica Mila menjalani kehamilan anak keduanya dengan perasaan lebih tenang dibandingkan saat mengandung anak pertama. Meski berharap kali ini dapat melahirkan secara normal, aktris berusia 34 tahun itu menegaskan kesehatan dirinya dan bayi tetap menjadi pertimbangan utama.
Keinginan melahirkan normal muncul karena persalinan sebelumnya berakhir dengan operasi caesar. Kala itu, kondisi medis tidak memungkinkan Jessica menjalani persalinan alami. Pengalaman tersebut membuat harapan untuk merasakan persalinan normal masih tersimpan, tetapi ia tidak ingin mengesampingkan keselamatan.
“Masih berusaha untuk bisa normal sih, cuman apapun yang penting sehat, aku dan baby-nya,” ujar Jessica saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), seperti diberitakan detikHOT.
Pengalaman pertama membentuk harapan persalinan
Persalinan anak pertama Jessica dan Yakup Hasibuan menjadi latar dari keinginannya kali ini. Putri mereka, Kyarra Arunika Hasibuan, lahir melalui operasi caesar setelah kondisi medis membuat persalinan normal tidak dapat dilakukan. Jessica mengaku masih ingin mencoba proses persalinan alami untuk anak kedua, meski keputusan akhirnya tetap harus mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi.
Harapan tersebut bukan kepastian mengenai cara persalinan yang akan ditempuh. Jessica menyampaikan bahwa ia masih berusaha, sementara hasilnya akan bergantung pada keadaan. Ia menempatkan kesehatan sebagai prioritas, bukan semata-mata mengejar pengalaman melahirkan tertentu.
Perbedaan pengalaman dua kehamilan juga terasa dalam kesehariannya. Jessica mengatakan kehamilan kali ini terasa lebih santai sejak awal. Kekhawatiran yang pernah dirasakan pada kehamilan pertama kini berkurang, sehingga ia merasa lebih leluasa menjalani aktivitas.
Ia bercerita, saat bepergian atau berlibur, rasa mual justru berkurang. Kondisi itu membuatnya dapat berjalan-jalan seharian tanpa merasa terganggu seperti yang mungkin dibayangkan. Bagi Jessica, perubahan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat kehamilan kedua terasa berbeda.
Lebih nyaman menjalani aktivitas selama hamil
Pengalaman itu tidak berarti Jessica menganggap setiap kehamilan berjalan sama. Ceritanya menggambarkan perubahan yang ia rasakan sendiri: kali ini tubuhnya terasa lebih nyaman saat beraktivitas, sementara pada kehamilan sebelumnya ia sempat diliputi kekhawatiran lebih besar. Ia tidak merinci perubahan lain ataupun menyebut kondisi medis tertentu untuk kehamilan sekarang.
Perjalanan keluarga kecilnya juga menjadi perhatian publik menjelang kelahiran anak kedua. Jessica dan Yakup menikah pada Mei 2023. Mereka telah memiliki Kyarra, yang menurut laporan Sumeks akan segera memiliki adik perempuan. Pasangan itu pun sempat menggelar gender reveal, meski Kompas.com melaporkan keduanya mengaku pada awalnya tidak ingin mengadakan acara tersebut.
Informasi mengenai jenis kelamin bayi menambah kabar yang menyertai kehamilan Jessica, tetapi ia tidak menjadikan hal itu sebagai pokok pembicaraan saat menyampaikan harapannya tentang persalinan. Fokus yang ia tekankan tetap kelancaran proses dan kesehatan bayi.
Meminta doa untuk kelahiran bayi
Jessica dan Yakup meminta dukungan doa dari orang-orang yang mengikuti kabar keluarga mereka. Jessica berharap kondisi bayi tetap sehat dan persalinan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mereka yang telah mendoakan kehamilan tersebut.
Menurut laporan Inilah.com, pasangan itu menanggapi harapan agar mereka memiliki banyak anak sebagai doa. Namun, dalam keterangan yang diberitakan detikHOT, Jessica tidak membicarakan rencana jumlah anak berikutnya. Hal yang ia sampaikan adalah harapan agar kehamilan yang sedang dijalani berakhir dengan baik.
Menjelang persalinan, pilihan cara melahirkan masih menjadi sesuatu yang diupayakan, bukan keputusan yang dipastikan. Jessica meminta doa agar dirinya dan bayi sehat, sementara pengalaman persalinan pertamanya menjadi alasan ia berharap dapat mencoba proses normal kali ini.
