Ledakan Mobil Jasad Komariyah Melukai Tersangka
FSS mengalami luka bakar sekitar 40 persen setelah mobil yang membawa jasad Hj Komariyah meledak saat dibakar. Rekannya, NW, telah diamankan Polres Indramayu.
Upaya membakar mobil yang membawa jasad Hj Komariyah berakhir dengan ledakan. FSS (31), tersangka utama dalam kasus pembunuhan dan perampokan di Indramayu, terpental dan mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Ia kini dirawat intensif di RS Bhayangkara Indramayu.
Polisi menyebut FSS membakar kendaraan itu setelah membawa jasad korban meninggalkan rumahnya di Desa Kalianyar, Blok Pesantren, Kecamatan Krangkeng. Mobil yang dibakar adalah Mitsubishi Xpander putih milik Komariyah. Rekannya, NW, disebut membantu pelarian FSS dan telah diamankan Polres Indramayu.
Peristiwa tersebut memperlihatkan rangkaian upaya tersangka untuk menjauhkan diri dari lokasi kejahatan. Namun pembakaran mobil justru mencederai FSS, sementara perkara pembunuhan dan perampokan itu ditangani kepolisian dengan dua tersangka, sebagaimana diberitakan Media Hub | POLRI.
Perjalanan berlanjut setelah membeli bensin
Menurut keterangan polisi yang dikutip detikNews dari detikJabar, FSS dan NW membeli bensin sekitar 4,5 liter di sebuah pom mini di Desa Sanca, Kecamatan Gantar. Pembelian itu dilakukan setelah keduanya meninggalkan lokasi kejadian. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan sambil mencari tempat yang dianggap aman untuk membakar mobil.
Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menjelaskan bahwa kedua tersangka menunggu sampai malam sebelum menjalankan rencana tersebut. “Setelah membeli bensin, keduanya kembali melanjutkan perjalanan sambil mencari lokasi yang dianggap aman untuk membakar mobil. Mereka juga menunggu hingga malam hari,” kata Arwin dalam konferensi pers, seperti dikutip detikJabar.
Dalam perjalanan, FSS sempat membuka tas milik Komariyah. Polisi menyebut tas itu berisi uang tunai, perhiasan emas, serta BPKB mobil Mitsubishi Xpander putih milik korban. Setelah mengambil barang-barang tersebut, keduanya bergerak kembali menuju wilayah Cikawung dan masuk ke kawasan pedesaan.
Sekitar pukul 23.00 WIB, mobil berhenti di sebuah pekarangan. Di sana, FSS meminta NW pergi meninggalkan lokasi. NW mengikuti permintaan itu dan meninggalkan FSS di tempat tersebut. Keterangan polisi yang diberitakan detikNews tidak merinci sejauh mana NW berada dari lokasi ketika mobil dibakar.
Api menyambar mobil dan memicu ledakan
Setelah NW pergi, FSS mengambil bensin yang sebelumnya dibeli. Bahan bakar itu disiramkan ke bagian luar dan dalam kendaraan. Polisi menyebut FSS memakai botol bekas untuk menampung bensin, lalu membakar botol tersebut dengan korek gas sebelum melemparkannya ke arah mobil.
Mobil kemudian terbakar dan meledak. FSS dilaporkan terpental beberapa meter akibat ledakan tersebut. Ia mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan dibawa untuk menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Indramayu. Keterangan yang tersedia tidak menyebutkan kondisi mobil setelah kejadian ataupun rincian luka lain yang dialami tersangka.
Ledakan itu menjadi titik balik dalam upaya membakar kendaraan, tetapi tidak mengubah status perkara yang sedang ditangani. FSS masih dirawat, sedangkan NW telah diamankan. Polres Indramayu menetapkan keduanya sebagai tersangka, dengan peran FSS disebut sebagai pelaku utama dan NW membantu pelariannya.
Kesaksian warga ikut mengisi kronologi
Informasi mengenai rangkaian kejadian juga muncul dari kesaksian warga sekitar. Kompas.com melaporkan Maemunah, tetangga Komariyah, sempat mendengar teriakan seorang perempuan sebelum korban hilang. Kesaksian itu menambah gambaran tentang situasi sebelum kasus tersebut terungkap, tetapi rincian lebih lanjut mengenai waktu dan asal suara tidak tercantum dalam laporan yang tersedia.
Kasus ini bermula dari dugaan pembunuhan dan perampokan di rumah Komariyah di Desa Kalianyar. Setelah kejadian itu, jasad korban dibawa menggunakan mobilnya. Polisi kemudian menguraikan perjalanan FSS dan NW, mulai dari pembelian bensin, pengambilan barang milik korban, hingga pembakaran kendaraan di pekarangan sekitar pukul 23.00 WIB.
Untuk saat ini, perkembangan yang diketahui adalah FSS menjalani perawatan akibat luka bakar dan NW berada dalam pengamanan Polres Indramayu. Keterangan kepolisian tentang pembelian bensin dan pembakaran mobil disampaikan dalam konferensi pers. Penanganan perkara terhadap kedua tersangka berada di Polres Indramayu.
