RSPP Direvitalisasi dengan Investasi Rp581 Miliar

BP BUMN dan Danantara menyiapkan Rp581 miliar untuk mentransformasi RSPP menjadi rumah sakit unggulan. Proyek ini akan menjadi model bagi 38 rumah sakit IHC lainnya.

rspp-direvitalisasi-investasi-rp581-miliar

Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk mentransformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Rumah sakit yang dikelola Indonesia Healthcare Corporation (IHC) itu akan menjadi proyek percontohan peningkatan layanan kesehatan di jaringan rumah sakit BUMN.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut RSPP akan dibangun sebagai Indonesia Hospital dan menjadi rumah sakit unggulan. Ia menyampaikan hal tersebut setelah bertemu jajaran direksi IHC di Wisma Danantara.

“Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Dony.

Transformasi ini diarahkan untuk mewujudkan arahan Presiden RI agar RSPP menjadi kebanggaan nasional. Pembenahan tidak hanya menyasar gedung atau peralatan, tetapi juga kualitas layanan medis, kapasitas tenaga profesional, dan pengalaman pasien.

Perubahan layanan dan kapasitas RSPP

Rencana pengembangan mencakup peningkatan kapasitas tempat tidur, perbaikan proses pelayanan, penguatan keselamatan pasien, serta pembaruan pengalaman pasien melalui layanan fisik dan digital. Dengan cakupan tersebut, investasi Rp581 miliar akan mendukung perubahan pada beberapa aspek operasional rumah sakit sekaligus.

Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari rencana itu. IHC merencanakan penambahan 40 dokter spesialis dalam dua tahun ke depan, kemudian merekrut 70 dokter spesialis baru pada 2030. Kebutuhan tenaga profesional lain juga menjadi perhatian dalam pembenahan rumah sakit.

Dony menyatakan perekrutan dokter, perawat, dan pekerja baru diperlukan untuk mendorong perubahan budaya kerja. “Kita perlu memulai rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan pembaruan tenaga kerja sebagai bagian dari transformasi, bukan sekadar penambahan jumlah dokter. Perubahan budaya di lingkungan rumah sakit diharapkan berjalan beriringan dengan pembenahan proses pelayanan dan peningkatan keselamatan pasien.

Target penyelesaian dan model bagi 38 rumah sakit

Transformasi RSPP dirancang berlangsung selama 24 bulan. Namun, Dony meminta pelaksanaannya dipercepat agar seluruh proses dapat diselesaikan pada pertengahan 2028. Untuk menjaga mutu pekerjaan dan ketepatan waktu, direksi IHC diminta melibatkan kontraktor profesional yang berpengalaman membangun serta merenovasi fasilitas rumah sakit.

Permintaan itu menegaskan bahwa proyek tidak hanya dituntut menghasilkan perubahan, tetapi juga harus selesai sesuai sasaran waktu dan memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Rincian pekerjaan fisik maupun tahapan pelaksanaan tidak dijabarkan lebih lanjut dalam keterangan tersebut.

RSPP dipilih sebagai tahap awal sebelum transformasi dilanjutkan ke 38 rumah sakit lain yang dikelola IHC. Dengan demikian, hasil pembenahan di RSPP diharapkan menjadi acuan bagi peningkatan kualitas layanan di jaringan rumah sakit tersebut.

Target akhirnya adalah menjadikan RSPP rumah sakit rujukan dengan standar nasional dan internasional. Proyek ini juga menjadi bagian dari pembenahan layanan kesehatan BUMN yang berorientasi pada mutu medis, keselamatan, dan pengalaman pasien.

Keberhasilan tahap pertama akan menjadi perhatian dalam penerapan model serupa di rumah sakit IHC lainnya. Tantangannya bukan hanya menyelesaikan investasi dan renovasi, melainkan memastikan perubahan layanan dan budaya kerja benar-benar dirasakan pasien. Perkembangan pelaksanaan hingga target pertengahan 2028 akan memperlihatkan sejauh mana RSPP dapat menjalankan peran sebagai flagship layanan kesehatan BUMN.

Fokustoday