Kim Jong Un Muncul di Pameran Usai Rumor Kematian

Media Korea Utara merilis foto Kim Jong Un saat mengunjungi pameran pakaian dan alas kaki, beberapa jam setelah rumor kematiannya menyebar di media sosial.

kim-jong-un-muncul-pameran-usai-rumor-kematian

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un muncul dalam foto kunjungan ke sebuah pameran pakaian dan alas kaki yang dirilis media pemerintah pada Senin, 19 Oktober 2026. Publikasi itu terjadi beberapa jam setelah rumor di media sosial menyebut Kim meninggal akibat pendarahan otak.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menampilkan Kim saat meninjau produk yang dipamerkan. Dalam foto-foto tersebut, ia didampingi putrinya, Ju-ae, dan istrinya, Ri Sol-ju. Kim terlihat memeriksa pakaian wanita dan sepatu, serta berinteraksi dengan pejabat yang hadir.

Kemunculan itu menjadi bantahan visual terhadap kabar kematian yang beredar. Namun, foto-foto tersebut belum diverifikasi secara independen dan waktu pengambilannya belum dapat dipastikan oleh pihak luar. Karena itu, publikasi KCNA tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan mengenai kondisi Kim.

Rumor kematian Kim Jong Un menyebar tanpa bukti

Kabar yang beredar menyebut Kim mengalami pendarahan otak hebat, jatuh koma, lalu meninggal setelah diterbangkan ke Beijing untuk mendapat perawatan darurat. Klaim tersebut menyebar secara daring sebelum media Korea Utara merilis foto kunjungan sang pemimpin.

Salah satu sumber narasi itu adalah unggahan Wanjun Xie, aktivis pembangkang Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat. Ia juga mengklaim ribuan tentara Tiongkok bergerak menuju Pyongyang. Namun, unggahan tersebut tidak disertai dokumen medis ataupun bukti fotografi yang dapat menguatkan klaimnya.

Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Korea Utara maupun Tiongkok mengenai rumor tersebut. Sejumlah kabar lanjutan, termasuk spekulasi mengenai kemungkinan pergantian kekuasaan kepada adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, juga muncul di tengah arus informasi yang belum terverifikasi.

Perbedaan antara klaim di media sosial dan informasi yang dirilis pemerintah Korea Utara membuat kehati-hatian menjadi penting. Foto yang dipublikasikan KCNA menunjukkan Kim dalam sebuah kegiatan, tetapi tidak tersedia verifikasi independen mengenai kapan gambar itu dibuat. Dengan demikian, kepastian tentang konteks dan kondisi terkini Kim tidak dapat ditarik hanya dari foto tersebut.

Kim meninjau produk pakaian dan alas kaki lokal

KCNA melaporkan Kim mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026. Di sana, ia meninjau beragam produk lokal, mulai dari busana wanita hingga sepatu anak-anak. Laporan media pemerintah menyebut Kim menyampaikan kepuasan terhadap perkembangan industri ringan.

Menurut laporan tersebut, pameran menampilkan lebih dari 70.700 potong pakaian dari lebih dari 30 jenis. Produk-produk itu berasal dari berbagai pabrik industri ringan di seluruh negeri. Pameran juga memamerkan lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis.

KCNA mengutip Kim yang menyebut produk-produk itu sebagai bukti perkembangan pesat dan substansial industri ringan. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan kebijakan Partai yang bertujuan mengurangi kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan.

“Ini merupakan bukti nyata akan validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan,” ujar Kim, sebagaimana dikutip KCNA.

Rangkaian angka dan pernyataan itu berasal dari media pemerintah Korea Utara. Laporan yang tersedia tidak memuat penilaian independen mengenai produk maupun capaian industri yang disebutkan. Kehadiran Kim dalam acara tersebut juga disampaikan melalui materi visual yang dirilis KCNA.

Isu kesehatan Kim kerap menjadi sorotan

Kondisi kesehatan Kim kerap menjadi perhatian karena informasi dari Korea Utara sangat terbatas. Pada akhir September, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menyampaikan laporan kepada parlemen bahwa berat badan Kim diperkirakan sekitar 140 kilogram dan ia memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Namun, badan intelijen itu menyatakan tidak menemukan indikasi gangguan kesehatan serius.

Rumor kematian serupa pernah mencuat pada 2020. Saat itu, seorang pembelot Korea Utara yang menjadi anggota parlemen Korea Selatan keliru menyebut Kim meninggal setelah menjalani operasi jantung. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka setelah Kim kembali tampil di hadapan publik.

Peristiwa terbaru ini kembali memperlihatkan betapa cepatnya kabar yang belum terbukti dapat menyebar ketika informasi resmi sulit diperoleh. Foto kunjungan Kim memberi gambaran tentang aktivitasnya, tetapi verifikasi independen tetap diperlukan sebelum klaim mengenai kesehatannya dianggap pasti.

Fokustoday