Hegseth Temui Netanyahu, Iran Jadi Agenda Pembicaraan

Pete Hegseth bertemu Benjamin Netanyahu dalam kunjungan tertutup ke Israel. Iran disebut menjadi pokok pembicaraan, saat konflik dan upaya diplomatik di kawasan masih berlangsung.

hegseth-temui-netanyahu-iran-jadi-agenda-pembicaraan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungan yang tidak diumumkan kepada publik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pertemuan yang dilaporkan berlangsung di Israel itu membahas Iran, di tengah konflik Washington dan Teheran serta pembicaraan mengenai kemungkinan operasi militer baru.

Laporan kunjungan tersebut pertama kali disampaikan media AS, Axios, yang mengutip dua sumber yang mengetahui perjalanan Hegseth. Reuters dan Anadolu Agency kemudian melaporkan kabar itu pada Selasa, 20 Oktober 2026. Belum ada keterangan resmi terperinci dari pemerintah AS maupun kantor Netanyahu mengenai isi pembicaraan.

Pertemuan Hegseth dan Netanyahu berlangsung tertutup

Menurut laporan Army Radio Israel, pertemuan Hegseth dan Netanyahu berlangsung di sebuah pangkalan angkatan udara di gurun selatan Israel. Reuters mengutip tiga pejabat Israel yang menyebut Iran menjadi topik pembicaraan. Namun, keterangan itu tidak menjelaskan secara rinci hal-hal yang dibahas atau keputusan yang mungkin diambil.

Axios juga mengutip seorang pejabat AS yang tidak menguraikan agenda pertemuan. Pentagon menolak berkomentar, sementara kantor perdana menteri Israel belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Karena belum ada pernyataan resmi bersama, informasi mengenai isi pembicaraan masih bersumber dari laporan media dan pejabat yang dikutip.

Hegseth, dalam unggahan di media sosial, mengatakan bahwa dirinya mengunjungi personel AS di area tanggung jawab Komando Pusat AS atau CENTCOM. Komando tersebut mengawasi operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Pernyataan itu tidak menyebut pertemuan dengan Netanyahu maupun membenarkan secara terbuka rincian agenda yang dilaporkan.

Isu Iran muncul di tengah konflik berkepanjangan

Kunjungan itu berlangsung ketika AS masih terlibat konflik dengan Iran. Konflik tersebut, menurut laporan yang menjadi sumber berita, bermula dari serangan skala besar AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Upaya diplomatik untuk mengakhiri pertikaian dilaporkan mengalami kebuntuan dalam beberapa waktu terakhir.

Waktu kunjungan Hegseth juga menjadi perhatian karena, menurut Axios, perjalanan itu berlangsung sekitar delapan hari sebelum pemilu legislatif Israel. Pada saat bersamaan, AS dan Israel disebut tengah berdiskusi mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.

Laporan mengenai pembahasan operasi itu tidak sama dengan pengumuman bahwa serangan baru telah diputuskan. Sumber yang dikutip tidak menyebut adanya keputusan atau jadwal operasi. Dengan demikian, informasi yang tersedia sejauh ini hanya menunjukkan adanya diskusi dan pertemuan, bukan kepastian bahwa aksi militer akan segera dilanjutkan.

Situasi Gaza menjadi latar ketegangan kawasan

Di tengah kabar pertemuan tersebut, laporan lain menyebut serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu, 21 Oktober 2026, menewaskan tujuh orang. Korban dilaporkan berada di sejumlah wilayah, termasuk Al-Zawaida, Wadi Gaza, Jabalia al-Balad, Zeitoun, Al-Rimal, dan kawasan selatan Khan Younis. Informasi mengenai korban berasal dari pihak pertahanan sipil dan rumah sakit di Gaza.

Militer Israel menyatakan telah menewaskan Akram Bassam Shaaban Yassin, yang disebutnya sebagai pejabat senior dalam aparatur keamanan umum Hamas. Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan Yassin dan istrinya tewas dalam serangan di kawasan Al-Rimal. Militer Israel juga menyatakan sedang memverifikasi laporan korban lainnya yang disampaikan kepada AFP.

Laporan serangan di Gaza itu memberi gambaran tentang situasi kawasan yang masih diliputi kekerasan, tetapi sumber yang tersedia tidak menyatakan bahwa serangan tersebut berkaitan langsung dengan pertemuan Hegseth dan Netanyahu. Perkembangan diplomatik dan militer di kawasan akan menjadi perhatian berikutnya, terutama karena pembicaraan soal Iran disebut berlangsung saat upaya mengakhiri konflik belum menemukan jalan keluar.

Fokustoday