Bisakah Menopause Ditunda hingga Usia 60 Tahun?
Target influencer Kayla Barnes-Lentz untuk menunda menopause hingga usia 60 tahun memicu perbincangan. Riset belum membuktikan cara yang aman dan efektif untuk mengatur waktu menopause.
Influencer longevity Kayla Barnes-Lentz, yang berusia sekitar pertengahan 30-an, menargetkan menopause pada usia 60 tahun melalui gaya hidup sehat dan sejumlah perawatan eksperimental. Keinginannya memantik pertanyaan: mungkinkah menopause benar-benar ditunda, dan apakah upaya itu aman?
Perhatian terhadap waktu menopause bukan semata soal kesuburan. Menopause yang terjadi pada usia lebih lanjut dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan osteoporosis yang lebih rendah serta rata-rata usia hidup yang lebih panjang. Namun, hubungan tersebut tidak berarti seseorang bisa mengatur sendiri kapan menopause akan terjadi.
Hingga kini belum ada strategi yang terbukti dapat menunda menopause. Para ahli menilai waktu menopause dipengaruhi banyak hal, termasuk faktor yang tidak dapat diubah, seperti genetika.
Waktu menopause dipengaruhi banyak faktor
Usia menopause ibu memiliki hubungan kuat dengan usia menopause anak perempuannya. Kara Goldman, ahli endokrinologi reproduksi di Northwestern University, menyebut genetika sebagai faktor terbesar yang diketahui dalam menentukan waktu menopause.
Faktor lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap penuaan ovarium. Paparan kemoterapi dan pengalaman buruk pada masa kecil, misalnya, disebut dapat mempercepat proses tersebut. Karena itu, waktu menopause tidak bisa disederhanakan menjadi persoalan memilih pola hidup tertentu.
Meski demikian, sejumlah kebiasaan dapat mendukung kesehatan metabolisme dan dikaitkan dengan risiko menopause dini yang lebih rendah. Pola makan Mediterania dan olahraga teratur termasuk di antaranya. Bukti ini belum menunjukkan bahwa keduanya dapat menunda menopause secara pasti.
Goldman menjelaskan, kesehatan metabolisme yang buruk dapat meningkatkan aktivitas jalur mTOR, yang terlibat dalam pertumbuhan dan reproduksi. Aktivitas mTOR yang tinggi dapat menyebabkan hilangnya folikel ovarium dan mempercepat penuaan ovarium. Kebiasaan sehat berpotensi membantu mengurangi aktivitas jalur tersebut, tetapi belum terbukti sebagai cara menunda menopause.
Perawatan eksperimental belum terbukti pada manusia
Merokok juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Goldman mengingatkan bahwa kebiasaan itu berdampak buruk pada berbagai bagian tubuh, termasuk ovarium. Namun, berhenti merokok atau menjalani kebiasaan sehat sebaiknya dipahami sebagai upaya menjaga kesehatan, bukan jaminan bahwa menopause akan datang lebih lambat.
Salah satu perawatan yang tengah diteliti adalah rapamycin, obat yang menghambat jalur mTOR. Dalam penelitian pada tikus, obat ini terbukti melindungi ovarium dari penuaan. Uji pada manusia masih berada pada tahap awal, sehingga belum cukup bukti untuk menjadikannya resep penunda menopause.
Barnes-Lentz juga mengaku mencoba terapi cahaya merah dan terapi oksigen hiperbarik. Namun, Goldman mengatakan belum ada bukti kuat bahwa kedua metode itu memengaruhi waktu menopause. Ia juga mengingatkan adanya risiko keamanan.
Saya tidak ingin seseorang menghabiskan uang dan waktu serta berpotensi mempertaruhkan kesehatan mereka jika kita tidak memiliki data untuk mendukung penggunaan mereka.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tren perawatan yang menjanjikan hasil besar. Tanpa data memadai, klaim menunda menopause dapat membuat orang mengeluarkan biaya atau mencoba prosedur yang manfaat dan keamanannya belum jelas.
Fokus pada kesehatan selama transisi menopause
Alih-alih mengejar usia menopause tertentu, para ahli menyarankan perempuan mengurangi risiko kesehatan yang dapat muncul pada fase ini. Juliana Kling dari Mayo Clinic Arizona menyarankan menghindari makanan olahan dan alkohol, mengelola stres, serta mencukupi kebutuhan tidur.
Bagi sebagian perempuan, terapi penggantian hormon atau HRT dapat membantu. Terapi ini tersedia dalam bentuk pil atau plester yang menggantikan estrogen dan progesteron. Berenice Benayoun, profesor gerontologi di USC Leonard Davis School, menyebut HRT sebagai salah satu cara untuk memperlancar transisi dan mengurangi dampak negatif menopause terhadap kesehatan.
HRT bukan cara untuk menunda menopause. Fungsinya adalah membantu menghadapi perubahan yang menyertai fase tersebut, dan penggunaannya perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan agar sesuai dengan kondisi masing-masing.
Menopause merupakan fenomena alami, kata Kling. Bahkan jika penelitian kelak menemukan cara untuk menundanya sedikit, perempuan tetap akan mengalaminya. Untuk saat ini, pilihan yang lebih berdasar adalah menjaga kesehatan tubuh dan mencari dukungan medis saat gejala atau perubahan menopause mulai mengganggu.
