Mike Johnson Tak Berebut Kursi Pemimpin Republik di DPR AS

Mike Johnson tidak maju sebagai pemimpin Republik di DPR setelah Demokrat merebut kedua kamar Kongres. Ia tetap menjadi anggota DPR dari Louisiana.

mike-johnson-tak-berebut-kursi-pemimpin-republik-dpr-as

Mike Johnson memilih tidak maju sebagai pemimpin Partai Republik di DPR Amerika Serikat setelah partainya kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres. Keputusan itu disampaikan kepada staf pada Rabu pagi, sehari setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu sela.

Pengunduran diri dari persaingan kepemimpinan tersebut tidak berarti Johnson langsung meninggalkan kursi Ketua DPR atau Kongres. Ia terpilih kembali sebagai anggota DPR dari Louisiana. Juru bicaranya mengonfirmasi kabar itu melalui email, sebagaimana dilaporkan AFP dan dikutip detikNews pada Kamis (5/11/2026).

Perubahan kepemimpinan ini membuka persaingan baru di kubu Republik, sementara Demokrat mulai menyiapkan diri untuk mengambil alih kendali DPR pada masa Kongres berikutnya.

Kekalahan pemilu mengubah peta kepemimpinan

Johnson sebelumnya berkampanye untuk mempertahankan mayoritas tipis Partai Republik di DPR. Namun, hasil pemilu sela berujung pada kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres. Partai itu juga menjadikan penolakan terhadap Partai Republik dan kebijakan Presiden Donald Trump sebagai bagian utama kampanyenya.

Johnson telah memimpin DPR sejak Oktober 2023. Ia muncul sebagai kandidat kompromi setelah berpekan-pekan perselisihan internal Partai Republik, yang memuncak pada pencopotan Ketua DPR sebelumnya, Kevin McCarthy. Jabatan Johnson selama ini menempatkannya sebagai tokoh Republik paling senior setelah Trump dan Wakil Presiden JD Vance.

Ia bahkan berada di urutan kedua dalam garis suksesi kepresidenan Amerika Serikat. Karena itu, keputusan untuk tidak mencari posisi pemimpin partai di DPR menjadi perubahan penting bagi kubu Republik, meskipun Johnson masih akan menjadi anggota Kongres.

Sebelum hasil pemilu diketahui, Johnson sempat memberi isyarat akan tetap memimpin partainya sekalipun Demokrat mengambil alih DPR. Setelah kekalahan itu, ia memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai pemimpin minoritas, posisi yang akan menjadi penting bagi Republik ketika partai tersebut berada di luar kendali mayoritas.

Scalise dan Jordan masuk dalam persaingan

Keputusan Johnson menyisakan ruang bagi tokoh-tokoh Republik lain untuk merebut posisi pemimpin partai. Dua nama yang muncul ialah Steve Scalise, yang saat ini menjabat Pemimpin Mayoritas DPR, dan Jim Jordan, Ketua Komite Kehakiman. Keduanya merupakan politikus konservatif dan pendukung Trump.

Pemungutan suara untuk memilih pengganti Johnson diperkirakan berlangsung pada Selasa pekan berikutnya. Trump menyatakan tidak akan ikut campur dalam proses tersebut. Ia juga memuji Johnson dan orang-orang yang bekerja bersamanya.

“Namun, ketua DPR itu luar biasa. Orang-orang yang bekerja di bawahnya juga luar biasa. Mereka semua orang baik,” kata Trump kepada wartawan.

Pujian itu disampaikan saat proses mencari pemimpin baru mulai terbuka. Meski Trump memilih tidak menentukan siapa yang harus menggantikan Johnson, dukungannya kepada kedua kandidat potensial dapat menjadi perhatian dalam persaingan internal partai.

Demokrat menyiapkan kepemimpinan Kongres baru

Di kubu Demokrat, Hakeem Jeffries secara resmi meminta dukungan anggota partainya untuk menjadi Ketua DPR berikutnya. Ia diperkirakan memperoleh posisi tersebut ketika Kongres baru mulai bersidang pada Januari.

Jika terpilih, Jeffries akan menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin DPR dalam sejarah Amerika Serikat. Ia menyampaikan bahwa keterjangkauan biaya hidup dan akuntabilitas akan menjadi prioritas. Dalam surat kepada anggota Demokrat, Jeffries juga menyatakan bahwa DPR tidak lagi akan berjalan sebagai perpanjangan pemerintahan Trump.

Ia menjanjikan perhatian pada biaya layanan kesehatan dan tarif, serta isu perang Iran. Jeffries turut menegaskan bahwa partainya akan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran. Rincian langkah legislatif untuk agenda tersebut belum dijelaskan dalam laporan.

Peralihan kendali Kongres akan berlangsung setelah masa sidang baru dimulai pada Januari. Sampai saat itu, Johnson tetap menjadi Ketua DPR dan anggota Kongres, sedangkan Partai Republik akan menentukan siapa yang memimpin mereka dalam posisi minoritas.

Fokustoday