Roma Buka Peluang Mimpi Scudetto Usai Hantam Sassuolo

AS Roma mengalahkan Sassuolo 3-0 dan mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A. Gian Piero Gasperini menerima timnya disebut penantang Scudetto, sambil mengingatkan bahwa persaingan masih panjang.

roma-buka-peluang-mimpi-scudetto-usai-hantam-sassuolo

AS Roma menjaga peluang dalam persaingan Scudetto setelah menundukkan Sassuolo 3-0 di Stadion Olimpico, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB. Hasil itu memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka di Serie A sekaligus mengantar tim asuhan Gian Piero Gasperini ke posisi kedua klasemen sementara.

Roma kini mengoleksi delapan kemenangan dan tiga hasil imbang. Mereka tertinggal satu poin dari Lazio, yang sudah memenangi sembilan dari 10 pertandingan tetapi belum menjalani laga ke-11. Jarak tersebut masih bisa berubah, namun laju Roma membuat mereka tetap dekat dengan puncak.

Gasperini menerima anggapan bahwa timnya layak disebut penantang gelar. Ia tak menjanjikan Roma akan menjadi juara. Yang membuatnya gembira, menurut dia, adalah para pemain menikmati permainan mereka musim ini. Seperti dikutip detikSport dari Football Italia, pelatih itu juga menilai timnya tak perlu memadamkan ambisi hanya untuk menghindari kekecewaan.

Produktivitas Roma ditopang banyak pencetak gol

Angka gol menjadi salah satu penanda kuatnya awal musim Roma. Mereka sudah mencetak 31 gol, terbanyak di Serie A saat ini. Sebanyak 13 pemain berbeda telah menyumbang gol, sehingga ancaman Roma tidak bertumpu pada satu nama saja.

Sebaran pencetak gol itu memberi Gasperini alasan untuk percaya bahwa timnya punya lebih dari satu cara untuk menjebol gawang lawan. Catatan tersebut juga terlihat dalam hasil besar melawan Sassuolo. Namun, data yang tersedia tidak merinci siapa pencetak gol di Olimpico ataupun bagaimana gol-gol itu tercipta.

Produktivitas itu berjalan seiring dengan rekor tanpa kekalahan. Dari 11 pertandingan, Roma menang delapan kali dan seri tiga kali. Hasil atas Sassuolo memperpanjang rentetan tersebut, tetapi persaingan di papan atas belum ditentukan oleh satu kemenangan. Posisi Roma masih bergantung pada hasil tim-tim lain, terutama Lazio yang belum menyelesaikan jumlah laga yang sama.

Gasperini tak menutup ruang untuk berharap

“Entahlah, rasanya menyenangkan sekali bermain musim ini. Kami tak boleh membohongi dan mengecewakan diri sendiri, jadi ya tak ada salahnya bermimpi terutama dengan perjalanan yang kami tempuh ini,” kata Gasperini, seperti dikutip detikSport dari Football Italia.

Ucapannya memperlihatkan cara Roma memandang target musim ini: peluang juara boleh dibicarakan, tetapi belum menjadi kepastian. Gasperini mengakui Inter berada dalam posisi terbaik untuk merebut gelar. Ia juga menyebut Lazio sebagai pesaing, menyusul sembilan kemenangan dari 10 laga awal mereka.

Menurut pelatih Roma itu, persaingan bisa terbuka jika Inter terpeleset. Dalam situasi seperti itu, tim-tim lain, termasuk Roma, dapat mencoba menantang. Pernyataan tersebut menempatkan ambisi klub dalam konteks yang realistis: Roma sedang berada di jalur kuat, tetapi harus terus menjaga hasil dan menunggu perkembangan pesaingnya.

Posisi kedua belum menjamin apa pun

Kemenangan atas Sassuolo memberi Roma tambahan tiga poin dan menjaga jarak mereka dari pemuncak klasemen tetap tipis untuk sementara. Namun, Lazio masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Karena itu, posisi kedua saat ini belum menggambarkan perbandingan akhir antara kedua tim setelah jumlah laga mereka setara.

Roma juga masih harus membuktikan bahwa catatan produktif dan rekor tak terkalahkan bisa bertahan sepanjang kompetisi. Untuk sekarang, Gasperini memilih menikmati perjalanan timnya sambil membuka ruang bagi mimpi Scudetto. Ia belum menetapkan batas pencapaian Roma, tetapi persaingan di depan mereka akan bergantung pada konsistensi tim dan hasil Inter serta Lazio.

Fokustoday