Serangan Saudi di Yaman Dilaporkan Tewaskan 33 Orang
Serangan udara di Bani Hushaysh, dekat Sanaa, dilaporkan menewaskan 33 orang dan melukai 39 lainnya. Arab Saudi menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.
Serangan udara yang disebut dilakukan Arab Saudi menghantam rumah-rumah di Bani Hushaysh, wilayah di sebelah timur Sanaa, Yaman, pada Sabtu (7/11/2026). Media yang dikelola kelompok Houthi melaporkan 33 orang tewas dan 39 lainnya terluka. Mayoritas korban meninggal disebut perempuan dan anak-anak.
Angka tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Reuters, seperti dikutip detikNews, menyatakan belum bisa memverifikasi laporan itu. Pusat Komunikasi Internasional Arab Saudi mengatakan sedang menyelidiki informasi mengenai serangan dan jumlah korban.
Perbedaan antara klaim pihak Houthi dan keterangan pemerintah Saudi membuat gambaran mengenai peristiwa itu masih belum utuh. Namun, laporan mengenai warga yang tertimbun reruntuhan dan petugas penyelamat yang ikut menjadi korban memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi penduduk di lokasi.
Warga dan petugas penyelamat tertimbun
Kantor berita Saba, yang berada di bawah pengelolaan Houthi, menyebut serangan berlangsung di kota Bani Hushaysh. Wilayah itu dikenal sebagai salah satu basis kelompok tersebut. Kementerian terkait di wilayah yang dikuasai Houthi mengatakan sasaran serangan mengenai rumah-rumah penduduk, bukan hanya fasilitas militer.
Abdul-Aziz al-Dailami, direktur Rumah Sakit Sehatuna di Sanaa, mengatakan sejumlah korban masih terjebak di bawah puing. Menurut keterangannya, beberapa petugas medis dan tim tanggap darurat juga menjadi korban ketika berupaya menjangkau lokasi serangan.
Rumah sakit menerima korban luka dengan kondisi berat. Al-Dailami menyebut cedera yang ditangani antara lain mengenai kepala, dada, dan kaki, serta patah tulang. Rincian itu menggambarkan tekanan yang dihadapi fasilitas kesehatan saat operasi penyelamatan masih berlangsung, meski jumlah korban yang berhasil dievakuasi belum dijelaskan secara lengkap.
Laporan mengenai serangan susulan saat petugas mendatangi lokasi juga disampaikan Al-Dailami. Jika keterangan tersebut terkonfirmasi, keadaan itu dapat menghambat pencarian orang yang masih tertimbun dan menambah bahaya bagi tim penyelamat. Belum ada keterangan independen yang memastikan urutan maupun jumlah serangan di Bani Hushaysh.
Gencatan senjata 2022 kembali runtuh
Serangan terbaru terjadi setelah bentrokan antara Arab Saudi dan Houthi kembali pecah pada Juli. Konflik itu meruntuhkan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Kesepakatan tersebut sebelumnya membantu menghentikan sebagian besar serangan antara koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai Sanaa.
Sejak pertempuran kembali berkobar, Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke bandara serta fasilitas minyak di Arab Saudi. Riyadh kemudian melakukan serangan udara di Yaman dengan alasan mendukung sekutu-sekutunya di negara tersebut. Rangkaian saling serang itu membuat warga sipil berhadapan dengan dampak konflik yang kembali meningkat.
Kompas pernah melaporkan episode serangan Saudi ke Sanaa pada Mei 2019. Saat itu, koalisi pimpinan Saudi menyebut targetnya merupakan instalasi militer Houthi, sementara serangan tersebut terjadi sehari setelah Houthi menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi. Laporan Kompas juga mencatat korban sipil di Sanaa. Peristiwa lama itu berbeda dari serangan di Bani Hushaysh, tetapi menunjukkan bahwa klaim mengenai sasaran militer dan dampak pada warga sipil telah menjadi bagian dari sejumlah episode konflik.
Perang Yaman telah berlangsung selama 12 tahun dan menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menurut laporan detikNews. Konflik tersebut juga terkait dengan perseteruan lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, rincian mengenai hubungan serangan terbaru dengan ketegangan regional itu belum diuraikan oleh pihak-pihak yang memberikan keterangan tentang peristiwa Sabtu.
Verifikasi dan penyelidikan masih ditunggu
Untuk saat ini, laporan korban tewas dan luka-luka masih bersandar pada keterangan pihak Houthi. Pernyataan Saudi bahwa penyelidikan sedang dilakukan belum disertai hasil yang menjelaskan lokasi sasaran, pihak yang bertanggung jawab, atau jumlah korban menurut Riyadh.
Belum ada pula informasi mengenai kapan proses penyelidikan itu akan diumumkan. Sementara itu, laporan bahwa sejumlah orang masih tertimbun menempatkan operasi pencarian sebagai kebutuhan mendesak di Bani Hushaysh. Kepastian mengenai jumlah korban dan keadaan petugas penyelamat akan bergantung pada informasi lanjutan dari lokasi serta hasil pemeriksaan yang dapat diverifikasi.
