Nippon Paint Akuisisi Bisnis Dulux di 7 Negara

AkzoNobel menjual bisnis cat dekoratif di tujuh negara kepada Nippon Paint senilai Rp24,2 triliun. Transaksi di Indonesia ditargetkan rampung pada akhir 2026.

nippon-paint-akuisisi-bisnis-dulux-di-7-negara

AkzoNobel, produsen cat Dulux, sepakat menjual bisnis cat dekoratifnya di tujuh negara kepada Nippon Paint senilai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp24,2 triliun. Kesepakatan itu mencakup Indonesia dan enam negara lain, dengan penyelesaian transaksi dilakukan bertahap setelah memenuhi persyaratan regulator.

Unit yang dialihkan meliputi bisnis Decorative Paints di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, dan Australia. AkzoNobel memperkirakan memperoleh kas bersih sekitar 1 miliar dollar AS atau Rp17,9 triliun setelah memperhitungkan pajak dan biaya transaksi.

Bisnis cat dekoratif di Indonesia ditargetkan beralih pada 2026

Penyelesaian transaksi untuk bisnis di Indonesia ditargetkan rampung pada akhir 2026. Sementara itu, pengalihan di enam negara lainnya diperkirakan selesai pada pertengahan 2027, setelah memperoleh persetujuan regulator dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perbedaan jadwal tersebut membuat proses akuisisi tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah. Hingga setiap tahapan selesai, bisnis yang menjadi objek transaksi masih harus melalui proses yang disyaratkan di masing-masing negara.

AkzoNobel memastikan penjualan ini hanya mencakup unit cat dekoratif di tujuh negara tersebut. Perusahaan tetap memiliki bisnis Coatings dan organisasi Global Business Services secara penuh.

AkzoNobel menata portofolio bisnis di Asia

Divestasi tersebut menjadi bagian dari langkah AkzoNobel untuk memusatkan sumber daya pada bisnis yang dinilai memiliki skala dan daya saing lebih kuat. Perusahaan juga tengah menyiapkan rencana merger dengan Axalta Coating Systems.

CEO AkzoNobel Greg Poux-Guillaume menyebut kesepakatan dengan Nippon Paint sekaligus menuntaskan kajian portofolio bisnis cat dekoratif perusahaan di Asia. Sebelumnya, AkzoNobel telah menjual bisnis cat dekoratifnya di India dan Pakistan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh kolega di Asia yang telah membantu membangun bisnis cat dekoratif yang sangat baik dengan merek dan produk yang kuat,” kata Greg Poux-Guillaume.

Dengan penjualan terbaru ini, AkzoNobel melanjutkan penataan bisnis cat dekoratif di kawasan tersebut, tanpa melepas dua unit lain yang dipertahankannya. Perusahaan memperkirakan hasil bersih transaksi sekitar 1 miliar dollar AS dapat diperoleh setelah pengurangan pajak serta biaya terkait.

Nippon Paint incar penguatan pasar dan efisiensi

Bagi Nippon Paint, akuisisi ini merupakan langkah untuk memperkuat bisnis di Asia Tenggara. Perusahaan cat asal Jepang itu juga menyatakan akan melanjutkan bisnis yang telah dibangun AkzoNobel, dengan menjaga kualitas produk serta memanfaatkan pengalaman dan keahlian lokal.

Nilai bisnis yang akan diambil alih tercermin dari kinerja pada 2025. Unit tersebut mencatat pendapatan 291 juta dollar AS dan EBITDA sebesar 65 juta dollar AS.

Nippon Paint memperkirakan penggabungan operasional dapat membuka peluang efisiensi melalui pengadaan bersama, optimalisasi produksi dan logistik, serta penjualan silang. Perusahaan juga memperkirakan adanya pengurangan biaya operasional.

Pendanaan akuisisi akan berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman bank. Nippon Paint tidak berencana menerbitkan saham baru untuk membiayai transaksi tersebut. Akuisisi diperkirakan mulai meningkatkan laba perusahaan setelah seluruh proses rampung, yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan 2027.

Besarnya nilai transaksi dan cakupan tujuh negara menempatkan kesepakatan ini sebagai perubahan penting bagi bisnis cat dekoratif kedua perusahaan di kawasan. Namun, dampaknya bagi konsumen dan operasional di tiap negara baru akan terlihat seiring penyelesaian pengalihan dan integrasi bisnis.

Fokustoday