Belanja Turis Asing di Seoul Tembus Rp 103,97 Triliun

Wisatawan asing membelanjakan 7,78 triliun won di Seoul pada Januari-Agustus 2026. Belanja itu tumbuh jauh lebih cepat daripada jumlah kunjungan.

belanja-turis-asing-seoul-tembus-rp-10397-triliun

Belanja turis asing di Seoul mencapai 7,78 triliun won atau sekitar Rp 103,97 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Nilai transaksi kartu tersebut naik 59,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan jumlah wisatawan ke ibu kota Korea Selatan itu.

Pemerintah Metropolitan Seoul mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama periode tersebut meningkat 21,6 persen. Artinya, pertumbuhan nilai belanja hampir 2,8 kali lebih tinggi daripada pertumbuhan jumlah pengunjung. Angka ini menunjukkan besarnya transaksi yang dibukukan wisatawan selama berada di Seoul.

Data tersebut dilaporkan Korea Herald pada Rabu (7/10/2026). Nilai pengeluaran dalam delapan bulan pertama tahun ini juga sudah setara dengan sekitar 98 persen dari total 7,94 triliun won yang tercatat sepanjang 2023.

Transaksi kartu wisatawan terus meningkat

Kenaikan belanja terlihat jelas pada Agustus. Nilai transaksi kartu wisatawan asing pada bulan itu mencapai 1,03 triliun won, tumbuh 58,1 persen secara tahunan. Sejak April, transaksi bulanan di Seoul konsisten menembus 1 triliun won selama lima bulan berturut-turut.

Dominasi Seoul juga tampak dalam transaksi kartu wisatawan mancanegara secara nasional. Pada Agustus, kota itu menyumbang 69,3 persen dari seluruh transaksi kartu offline wisatawan asing di Korea Selatan. Untuk periode Januari hingga Agustus, kontribusinya mencapai 71,1 persen.

Belanja menjadi pos pengeluaran terbesar turis, dengan porsi 46,6 persen dari total transaksi selama delapan bulan. Berikutnya, layanan medis dan kebugaran menyumbang 23,8 persen, makanan dan minuman 13,2 persen, serta akomodasi 10,4 persen.

Perbandingan antarkategori memperlihatkan bahwa kunjungan wisatawan tak hanya menggerakkan toko dan pusat belanja. Layanan kesehatan, restoran, kecantikan, hingga tempat menginap juga ikut menikmati peningkatan transaksi, meski belanja tetap menjadi komponen utama.

Pusat belanja dan layanan medis ikut tumbuh

Pengeluaran di pusat perbelanjaan besar naik 77,5 persen secara tahunan, menjadi 1,70 triliun won. Sementara itu, belanja untuk wisata medis meningkat 64,2 persen. Transaksi di restoran tumbuh 59,5 persen, sedangkan pengeluaran pada bisnis kecantikan naik 39,7 persen.

Deretan angka itu muncul bersamaan dengan lonjakan kunjungan. Pada Agustus, Seoul menerima 1,72 juta wisatawan dalam satu bulan—rekor tertinggi dalam sejarah kota tersebut. Sejak awal tahun hingga bulan itu, jumlah kunjungan tercatat mencapai 11,56 juta.

Mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Taiwan. Namun, pertumbuhan pengeluaran tidak hanya berpusat di lokasi belanja utama. Wisatawan juga semakin banyak mendatangi kawasan komersial lokal dan pasar tradisional.

Kawasan lokal ikut menarik wisatawan

Sejumlah lokasi bernuansa lokal mencatat lonjakan nilai transaksi. Kawasan Taman Dosan, distrik mode Seongsu-dong, dan Jalan Kafe Seongsu menjadi beberapa titik yang disebut mengalami peningkatan. Pasar Gwangjang dan Pasar Namdaemun juga masuk dalam daftar tujuan kuliner yang ramai dikunjungi.

Perubahan pilihan tempat itu memberi gambaran bahwa pengalaman wisata di Seoul tersebar di lebih banyak kawasan. Pengunjung tidak hanya berbelanja di pusat perbelanjaan besar, tetapi juga menjelajahi distrik komersial, pasar, dan area yang dikenal dengan kafe serta mode.

Meski mencakup berbagai sektor, angka transaksi tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan cara penghitungannya. Pemerintah Seoul menggunakan estimasi sementara yang mengasumsikan sekitar 76,8 persen dari seluruh wisatawan yang masuk ke Korea Selatan mengunjungi Seoul. Dengan dasar itu, data belanja memberikan potret aktivitas ekonomi wisata, tetapi bukan catatan langsung atas pengeluaran setiap pengunjung.

Seoul menutup delapan bulan pertama 2026 dengan nilai transaksi wisatawan yang mendekati total tahunan 2023. Seiring jumlah pengunjung dan belanja yang terus meningkat, perkembangan berikutnya akan menunjukkan apakah kawasan lokal dan layanan selain ritel besar tetap menjadi bagian penting dari pengalaman wisata di kota tersebut.

Fokustoday