Persebaya Kalah 2-3, Tavares Tanggung Jawab

Persebaya kalah 2-3 dari Kendal Tornado FC pada laga pembuka Grup G I.League Cup. Bernardo Tavares mengambil tanggung jawab dan menyoroti efektivitas serta kesalahan transisi.

persebaya-kalah-2-3-tavares-tanggung-jawab

Persebaya Surabaya membuka Grup G I.League Cup 2026/2027 dengan kekalahan 2-3 dari Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (3/11/2026). Meski menguasai jalannya pertandingan menurut catatan statistik, Green Force gagal membawa pulang poin. Pelatih Bernardo Tavares pun menyatakan dirinya bertanggung jawab atas hasil tersebut.

Persebaya menguasai bola hingga 64 persen dan menghasilkan 14 tembakan. Namun, angka itu tidak cukup menggambarkan efektivitas serangan. Kendal mampu memaksimalkan peluang, sementara dua gol balasan Persebaya baru lahir pada babak kedua.

Ramadhan Sananta memperkecil ketertinggalan pada menit ke-71, disusul gol Toni Firmansyah tujuh menit kemudian. Upaya mengejar skor membuat pertandingan tetap terbuka, tetapi Kendal mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Ringkasan pertandingan Kompas.com menyebut gol Patrick Cruz menjadi penentu kemenangan tim tersebut.

Penguasaan bola tak berbuah poin

Secara statistik, Persebaya terlihat lebih banyak memegang kendali. Akan tetapi, penguasaan bola dan jumlah percobaan tidak otomatis menghasilkan kemenangan. DetikSport melaporkan bahwa tim asuhan Tavares harus membayar mahal kesalahan sendiri, terutama ketika kehilangan bola dalam fase peralihan permainan.

Situasi itu menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya. Umpan yang tidak sampai ke sasaran dapat membuka kesempatan bagi lawan untuk melancarkan serangan. Menurut penjelasan Tavares yang dikutip DetikSport, sejumlah kesalahan terjadi saat tim kehilangan bola dan melakukan transisi. Ia menilai kekeliruan semacam itu perlu dievaluasi karena bisa berujung fatal dalam kompetisi.

Masalahnya bukan sekadar banyak atau sedikitnya tembakan. Persebaya memiliki kesempatan untuk menyerang, tetapi belum cukup tajam dalam menyelesaikan peluang. Kendal, sebaliknya, mampu mengubah kesempatan menjadi gol. Perbedaan efektivitas tersebut menjadi kunci yang membuat dominasi penguasaan bola tidak tercermin dalam skor akhir.

Dalam keterangan yang dikutip iNewsSurabaya.id, Tavares juga memberikan apresiasi kepada Kendal karena mampu menggunakan peluang dengan lebih baik. Ia mengingatkan bahwa statistik penguasaan bola maupun jumlah tembakan tidak menjamin sebuah tim menang. Persebaya, menurut dia, harus lebih cermat saat mendapat kesempatan mencetak gol.

Tavares tak lempar tanggung jawab

Alih-alih menyalahkan pemain, pelatih asal Portugal itu memilih memikul hasil buruk tersebut. “Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya,” kata Tavares, seperti dikutip DetikSport dari laman Persebaya. Sikap itu muncul setelah timnya gagal mengawali turnamen dengan hasil positif.

Jawa Pos mencatat, kekalahan tersebut membuat Persebaya mengawali kompetisi tanpa poin. Dua gol pada paruh kedua memang memperlihatkan upaya untuk mengejar, tetapi tidak menghapus persoalan yang muncul sejak pertandingan berjalan. Tavares menegaskan bahwa tanggung jawab berada pada dirinya sebagai pelatih, bukan pada pemain yang harus menanggung kegagalan sendirian.

Pernyataan itu juga menempatkan evaluasi sebagai agenda langsung setelah laga. Persebaya perlu meninjau kembali cara menjaga bola, mengalirkan umpan, dan merespons saat kehilangan penguasaan. Hal-hal tersebut merupakan bagian dari persoalan yang disampaikan Tavares, bukan semata perkara penyelesaian akhir.

Dengan 14 percobaan yang tercatat, tim Surabaya itu sebenarnya punya cukup banyak kesempatan untuk mengancam. Namun, statistik tersebut tidak menjelaskan berapa banyak peluang yang benar-benar berbahaya. Yang jelas, dua gol belum cukup untuk menutup jarak dengan Kendal, yang pulang dari Sriwedari dengan kemenangan.

Evaluasi jadi pekerjaan berikutnya

Hasil laga pembuka ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan harus disertai keputusan yang lebih tepat di momen penting. Persebaya tidak hanya perlu menciptakan serangan, tetapi juga menjaga agar kehilangan bola tidak langsung memberi ruang bagi lawan. Kesalahan kecil, seperti yang diakui Tavares, dapat mengubah arah pertandingan.

Bagi Kendal Tornado FC, kemenangan atas Persebaya menjadi awal yang bernilai di Grup G. Bagi Green Force, laga tersebut menyisakan dua catatan yang berjalan beriringan: serangan mereka menghasilkan dua gol, tetapi belum cukup efektif, sementara kesalahan dalam transisi memberi lawan peluang untuk menghukum mereka.

Tavares kini menanggung tanggung jawab atas kekalahan itu sekaligus memimpin evaluasi tim. Persebaya harus membenahi efektivitas di depan gawang dan mengurangi kesalahan saat kehilangan bola sebelum menjalani pertandingan berikutnya di turnamen tersebut.

Fokustoday