Rosan: Komitmen Investasi Singapura Tetap Terbuka
Rosan menyebut komitmen investasi Singapura ke Indonesia tetap terbuka. Pernyataan itu disampaikan setelah delapan pimpinan perusahaan sawit diminta menjalani penilaian independen terkait karhutla.
Komitmen investasi Singapura ke Indonesia disebut tetap terbuka meski otoritas negara itu meminta sejumlah pimpinan perusahaan sawit Indonesia menjalani penilaian terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menilai proses tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan lingkungan secara baik.
Rosan menyampaikan hal itu setelah bertemu Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Dalam pertemuan tersebut, menurut Rosan, Balakrishnan menyampaikan bahwa peluang investasi dari Singapura tidak ditutup. “Tetap siap, tetap terbuka,” kata Rosan, mengutip pesan mengenai komitmen investasi Singapura. CNN Indonesia melaporkan pernyataan itu pada Kamis (29/10), saat Rosan ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Rosan juga mengatakan Indonesia dan Singapura akan memperkuat koordinasi dalam urusan ekonomi dan investasi. Ia menyatakan pemerintah Indonesia terbuka menerima masukan dari Singapura, sekaligus menyampaikan gagasan mengenai bidang yang dapat dikerjakan bersama. Menurut dia, komunikasi dua arah diperlukan agar kepentingan kedua negara dapat terakomodasi.
Delapan perusahaan sawit diminta menjalani penilaian
Sehari sebelum pernyataan Rosan, delapan pimpinan perusahaan sawit Indonesia bertemu sejumlah pejabat Singapura, Rabu (28/10). Pertemuan itu dihadiri Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.
Perusahaan yang hadir adalah Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, TSH Resources, Wilmar International, dan Sinar Mas Group. Mereka diminta menjalani penilaian independen menyeluruh yang mencakup kegiatan operasional, hubungan korporasi, serta rantai pasok.
Penilaian itu diarahkan Badan Lingkungan Nasional Singapura atau NEA. Prosesnya akan melibatkan panel penilai dan firma hukum independen. Biaya operasional panel ditanggung perusahaan yang menjadi objek penilaian, menurut keterangan Shanmugam yang dikutip CNN Indonesia.
Perusahaan yang telah diidentifikasi harus menunjuk tim yang terdiri atas perusahaan investigasi dan firma hukum. Keduanya wajib berasal dari panel yang ditetapkan, dengan penunjukan mengikuti arahan NEA. Dengan skema tersebut, pemeriksaan diharapkan berlangsung melalui pihak independen, bukan semata-mata penjelasan dari perusahaan yang diperiksa.
Pemeriksaan diarahkan untuk menelusuri rantai pasok
Ruang pemeriksaan tidak terbatas pada lokasi operasional perusahaan. Hubungan korporasi dan alur pasokan juga masuk dalam penilaian. Aspek tersebut penting untuk memeriksa keterkaitan perusahaan dengan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, termasuk jika kegiatan berlangsung di bagian lain dari rantai pasoknya.
Shanmugam menyampaikan bahwa penilaian tersebut dapat memberi kesempatan kepada perusahaan dengan rantai pasok bersih untuk membuktikan bahwa mereka tidak terlibat dalam pembakaran lahan. Ia juga menegaskan proses itu bukan untuk mencari pihak yang bisa dijadikan kambing hitam atau menetapkan kesalahan demi kepentingan publik maupun politik.
Penjelasan itu menjadi konteks bagi respons Rosan. Ia memandang pemanggilan dan pemeriksaan tersebut sebagai upaya positif agar persoalan karhutla ditangani dengan baik. Namun, bahan yang disampaikan pemerintah Singapura sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia belum menyebut hasil pemeriksaan ataupun kesimpulan mengenai keterlibatan perusahaan tertentu.
Karena itu, penilaian independen akan menjadi tahap penting berikutnya. Hasilnya dapat memberi gambaran lebih terukur mengenai operasi dan rantai pasok perusahaan yang diperiksa. Sampai proses tersebut berjalan, Rosan menekankan bahwa komunikasi ekonomi Indonesia-Singapura tetap berlangsung dan komitmen investasi dari Singapura masih terbuka.
