IHSG Tembus Bawah 5.000, 599 Saham Melemah

IHSG sempat turun di bawah 5.000 pada Jumat, 30 Oktober 2026. Dalam satu jam perdagangan, 599 saham melemah dan sejumlah emiten menyentuh ARB.

ihsg-tembus-bawah-5000-599-saham-melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun ke bawah 5.000 pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Dalam satu jam perdagangan, indeks melemah 77,47 poin atau 1,52 persen ke level 5.020,58. Pada periode itu, 599 saham berada di zona merah, sementara sejumlah saham menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Data yang dilaporkan investor.id menunjukkan IHSG bergerak di rentang 4.979 hingga 5.116. Artinya, indeks sempat jatuh di bawah ambang 5.000 sebelum kembali bergerak naik dari titik terendahnya. Namun, posisi pada 5.020,58 masih menandakan tekanan kuat pada awal perdagangan.

Angka tersebut merupakan gambaran dalam satu jam, bukan catatan penutupan hari. Karena itu, pergerakan indeks dan saham setelah periode tersebut belum tercakup dalam data yang tersedia.

Tekanan meluas ke sebagian besar saham

Pelemahan IHSG berlangsung bersama penurunan mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 599 saham turun, sedangkan 94 saham menguat dan 84 lainnya tidak berubah. Jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang naik, sehingga tekanan pasar terlihat bukan hanya pada beberapa emiten.

Sejumlah saham juga masuk kelompok top losers setelah menyentuh ARB. Salah satu nama yang disebut ialah MORA. Data yang tersedia tidak merinci jumlah saham yang mencapai batas tersebut maupun besaran penurunan masing-masing emiten. Namun, kemunculan beberapa saham di batas bawah menjadi bagian dari kondisi pasar pada jam perdagangan itu.

ARB merupakan singkatan dari auto rejection bawah, yakni batas penurunan harga yang berlaku dalam perdagangan saham. Dalam laporan investor.id, saham-saham yang menyentuh batas tersebut tercatat bersama kelompok saham dengan kinerja terburuk. Informasi itu memberi gambaran bahwa tekanan tidak hanya tercermin dari angka indeks, tetapi juga pada harga sejumlah saham individual.

Indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, turut melemah 0,87 persen pada periode yang sama. Penurunannya lebih kecil daripada koreksi IHSG sebesar 1,52 persen, tetapi tetap menunjukkan bahwa kelompok saham unggulan tersebut belum bergerak positif.

Nilai transaksi mencapai Rp 4,13 triliun

Aktivitas perdagangan tercatat cukup besar dalam satu jam pertama. Sebanyak 19,62 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 4,13 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 493.084 kali, menurut data Bursa Efek Indonesia yang dikutip investor.id.

Nilai transaksi dan frekuensi itu menunjukkan ramainya aktivitas jual beli, tetapi angka tersebut tidak menjelaskan dengan sendirinya pihak mana yang lebih dominan atau alasan di balik penurunan harga. Data yang tersedia juga tidak menyertakan rincian arus dana investor, sektor yang paling tertekan, maupun penyebab pelemahan IHSG.

Karena itu, pembacaan terhadap angka satu jam perdagangan perlu dibatasi pada apa yang tercatat: indeks terkoreksi, saham yang turun jauh lebih banyak daripada yang naik, dan sebagian emiten menyentuh ARB. Pergerakan di jam berikutnya dapat mengubah gambaran intraday, sehingga data awal ini belum cukup untuk menyimpulkan bagaimana IHSG akan menutup perdagangan.

Bursa Asia bergerak beragam

Pasar saham di kawasan Asia juga cenderung melemah pada waktu yang sama. Straits Times Singapura turun 0,32 persen, Nikkei Jepang merosot 2,54 persen, sedangkan Shanghai di China terkoreksi 0,95 persen. Hang Seng Hong Kong bergerak berlawanan arah dengan kenaikan 1,34 persen.

Perbedaan arah tersebut menunjukkan bahwa kinerja bursa kawasan tidak seragam. Meski tiga indeks yang disebut investor.id berada di zona merah, kenaikan Hang Seng menjadi pengecualian. Data itu tidak menerangkan hubungan langsung antara pergerakan bursa Asia dan IHSG, sehingga keduanya hanya dapat dibaca sebagai kondisi pasar pada waktu yang berdekatan.

Investor masih perlu mencermati perkembangan perdagangan setelah satu jam pertama untuk mengetahui apakah IHSG mampu bertahan di atas 5.000. Angka penutupan belum tercantum dalam laporan yang tersedia, begitu pula perubahan jumlah saham yang menguat, melemah, atau menyentuh ARB pada sesi berikutnya.

Fokustoday