Jisoo BLACKPINK Ikuti Tren Jingle OBH Combi di TikTok
Jisoo BLACKPINK memakai jingle OBH Combi Sachet dalam video transisi makeup di TikTok. Pilihan lagu itu memicu respons ramai dari pengguna Indonesia.
Video transisi makeup Jisoo BLACKPINK mendadak ramai dibicarakan pengguna TikTok Indonesia setelah ia memakai jingle OBH Combi Sachet. Unggahan yang dilaporkan Wolipop pada Senin, 2 November 2026, itu mempertemukan sosok bintang K-pop dengan lagu promosi produk lokal yang tengah beredar di media sosial.
Pilihan musik tersebut menjadi pemantik perhatian. Jisoo tidak menggunakan lagu BLACKPINK atau musik pop Korea yang akrab dengan penggemarnya, melainkan jingle berirama hip-dut yang dibuat Naykilla, Tenxi, dan Jemsii untuk produk OBH Combi kemasan sachet terbaru.
Dalam video, Jisoo mula-mula terlihat mengenakan sheet mask dengan wajah tanpa riasan. Setelah mengikuti bagian lagu yang memuat bunyi batuk, ia muncul dengan riasan bernuansa futuristik, rambut palsu merah muda, serta gaun dengan aksen pita.
Jingle lokal jadi bagian dari transformasi makeup
Perubahan penampilan menjadi inti video tersebut. Namun, bagi banyak penonton Indonesia, pemilihan jingle justru memberi kejutan tersendiri. Lagu yang sebelumnya ramai digunakan di media sosial itu muncul dalam unggahan artis dengan jangkauan penggemar internasional.
Jingle tersebut diciptakan trio Naykilla, Tenxi, dan Jemsii untuk promosi OBH Combi Sachet. Lagu itu telah menyebar di sejumlah platform, terutama TikTok. Ketika Jisoo menggunakannya, unsur promosi produk dan tren video pendek bertemu dalam satu unggahan yang kemudian menjadi bahan obrolan warganet.
Reaksi penonton tidak hanya tertuju pada penampilan akhir Jisoo. Peralihan dari wajah dengan sheet mask ke gaya riasan yang mencolok mengikuti pola video transisi yang umum dikenal di TikTok, sementara bunyi batuk pada lagu menjadi penanda perubahan adegan. Perpaduan itu membuat jingle mudah dikenali oleh pengguna yang sebelumnya sudah menjumpainya.
Wolipop melaporkan video tersebut telah ditonton 19,3 juta kali dan memperoleh lebih dari 5,5 juta tanda suka saat pemberitaan dibuat. Kolom komentarnya mencatat sekitar 53 ribu tanggapan, dengan banyak komentar berasal dari pengguna Indonesia yang mengungkapkan keterkejutan mereka atas pilihan lagu Jisoo.
Respons penggemar dan akun resmi OBH Combi
Sejumlah komentar menyoroti ketidakdugaan seorang anggota BLACKPINK memakai jingle produk yang ramai di Indonesia. Ada pula pengguna yang melontarkan candaan bahwa Jisoo sebenarnya berasal dari Bekasi. Ragam tanggapan itu memperlihatkan bahwa perhatian warganet bertumpu pada pertemuan antara figur global dan referensi lokal yang terasa akrab bagi mereka.
Akun TikTok resmi OBH Combi turut merespons unggahan tersebut dengan menyapa Jisoo. Respons dari akun merek itu menambah keterkaitan video dengan produk yang disebut dalam jingle, meski unggahan tersebut tetap berupa konten transisi makeup milik Jisoo.
Jumlah penonton dan tanda suka yang tercatat dalam laporan Wolipop memberi gambaran besarnya jangkauan video pada saat itu. Angka tersebut bukan hanya menunjukkan perhatian penggemar BLACKPINK, tetapi juga memperlihatkan bagaimana lagu yang sedang beredar di TikTok dapat memperoleh audiens baru ketika dipakai oleh figur terkenal.
Popularitas lagu di media sosial menjadi konteks penting untuk memahami respons tersebut. Jingle buatan Naykilla, Tenxi, dan Jemsii telah lebih dulu digunakan di berbagai platform, khususnya TikTok. Karena itu, pemakaian lagu oleh Jisoo terasa seperti pertemuan dua arus: tren lokal yang telah dikenali pengguna Indonesia dan konten seorang bintang K-pop.
Penampilan Halloween Jisoo juga ramai dibahas
Jisoo sebelumnya juga menarik perhatian penggemar lewat kostum Halloween yang terinspirasi karakter Lucyna Kushinada dari serial anime Cyberpunk: Edgerunners. Dalam penampilan itu, ia mengenakan wig perak berpotongan asimetris dan pakaian bergaya netrunner hitam-putih, berbeda dari rambut merah muda serta gaun berpita dalam video makeup.
Dua penampilan tersebut sama-sama mengandalkan perubahan visual yang kuat, tetapi video jingle OBH Combi mendapat konteks tambahan dari pilihan audionya. Bagi penonton Indonesia, lagu itu bukan sekadar pengiring transisi, melainkan jingle yang sudah dikenal dari tren TikTok dan promosi produk.
Unggahan itu juga memperlihatkan peran audio dalam membentuk percakapan di platform video pendek. Visual Jisoo menjadi pusat video, sementara jingle lokal menyediakan unsur yang membuat warganet Indonesia segera mengenali dan membicarakannya. Pada saat laporan Wolipop diterbitkan, video tersebut masih mencatat jutaan penayangan dan puluhan ribu komentar.
