Jejak AI Ungkap Persiapan Pembunuhan Dini di Madiun

Polisi menyebut Dwi Bagus Martono menggunakan ChatGPT untuk mempelajari cara membunuh dan mengantisipasi pemeriksaan. Riwayat pencarian di perangkat elektronik menjadi petunjuk penyidik.

jejak-ai-ungkap-persiapan-pembunuhan-dini-madiun

Riwayat pencarian digital Dwi Bagus Martono menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan pembunuhan Dini Hardiyanti, 30 tahun, dan anaknya yang berinisial AGEF, 4 tahun, di Madiun. Polisi menyebut tersangka menggunakan ChatGPT untuk mencari informasi tentang cara membunuh, menghilangkan jasad, hingga menghadapi pemeriksaan.

Temuan itu disampaikan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur setelah penyidik memeriksa barang bukti elektronik. Menurut dia, catatan di perangkat Bagus memperlihatkan bahwa persiapan bukan hanya menyangkut perbuatan terhadap korban, tetapi juga kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan polisi.

Seperti diberitakan detikNews dan detikcom, Bagus diduga menyusun jawaban untuk mengantisipasi pemeriksaan. Polisi menyatakan ia mempelajari kemungkinan pertanyaan penyidik beserta respons yang akan diberikan. Namun, keberadaan riwayat elektronik itu justru membantu penyidik menelusuri apa yang telah dipersiapkan tersangka.

Persiapan terdeteksi dari riwayat pencarian

Jumhur mengatakan, pencarian mengenai cara mencekik korban sudah dilakukan sekitar sepekan sebelum pembunuhan. Informasi tersebut, menurut polisi, ditemukan dalam riwayat penelusuran Bagus. Penyidik juga mendapati pencarian tentang sejumlah mesin yang diduga berkaitan dengan upaya menghilangkan jasad.

Rangkaian pencarian itu memberi penyidik gambaran tentang perencanaan yang dilakukan sebelum peristiwa. Polisi menyebut Bagus mempelajari berbagai jenis mesin satu per satu. Keterangan tersebut disampaikan Jumhur di Polda Jatim pada Rabu, 4 November 2026.

Penggunaan kecerdasan buatan dalam kasus ini bukan sekadar soal mencari informasi. Menurut keterangan polisi, Bagus juga berusaha mempersiapkan diri menghadapi proses penyidikan. Akan tetapi, rencana mengatur jawaban tidak menghapus jejak pencarian yang tersimpan di barang bukti elektronik.

Polisi belum merinci dalam keterangan yang diberitakan detikNews bagaimana setiap catatan pencarian dicocokkan dengan bukti lain. Namun, Jumhur menyebut data elektronik tersebut mengungkap perencanaan terhadap Dini, yang disebut sebagai korban pertama.

Penyelidikan bermula dari laporan orang hilang

Dini dan anaknya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keluarga mencari keduanya selama lebih dari sebulan. Peristiwa itu turut ramai dibicarakan setelah kabar kehilangan mereka beredar di media sosial.

Sebelum dilaporkan hilang, Dini disebut bertengkar dengan Bagus, suami sirinya, di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo, Jawa Timur. Informasi yang beredar menyebut ponsel sempat dibanting dan Dini diduga ditinggalkan di jalan. Keterangan itu merupakan bagian dari kabar awal yang beredar saat keluarga mencari keberadaan Dini dan anaknya.

Penyelidikan kemudian menemukan sejumlah kejanggalan dan mengarah kepada Bagus, yang juga diketahui menghilang. Ia ditangkap di Jombang pada Minggu, 25 Oktober 2026. Setelah penangkapan, Bagus mengaku membunuh Dini di sebuah hotel, kemudian membunuh anaknya.

Perubahan dari laporan kehilangan menjadi penyidikan pembunuhan membuat pemeriksaan bukti elektronik memperoleh arti penting. Catatan pencarian memberi petunjuk mengenai hal-hal yang dipelajari tersangka sebelum korban meninggal, sementara keterangan setelah penangkapan mengungkap urutan peristiwa menurut pengakuannya.

Jasad korban dibakar dan digiling

Dalam keterangan yang dikutip detikcom, polisi menyebut jasad kedua korban dimutilasi dan dibakar untuk menghilangkan jejak. Setelah pembakaran, jasad dimasukkan ke mesin penggiling daging, lalu dibakar kembali. Tersangka disebut berencana membuangnya.

Rincian itu disampaikan di Mapolda Jatim pada Senin, 26 Oktober 2026, berdasarkan keterangan Roy kepada awak media. Penyidik juga menyebut Bagus mencari informasi mengenai mesin sebelum peristiwa tersebut. Kaitan antara pencarian itu dan tindakan terhadap jasad menjadi salah satu bagian yang diungkap dalam penjelasan polisi.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana pemeriksaan perangkat elektronik dapat membuka rangkaian persiapan yang tidak langsung terlihat dari laporan orang hilang. Dalam perkara Dini dan anaknya, riwayat pencarian menjadi bahan penyidik untuk menelusuri rencana tersangka, termasuk upayanya memperkirakan pertanyaan polisi. Temuan tersebut disampaikan Polda Jawa Timur dalam pengembangan penyidikan yang diumumkan pada 4 November.

Fokustoday