HP Disadap: Tanda yang Perlu Diperiksa dan Cara Mengatasinya
Baterai cepat habis atau ponsel melambat belum tentu berarti disadap. Kenali gejala yang perlu diperiksa dan langkah untuk mengamankan perangkat serta akun.
Baterai ponsel yang mendadak boros atau perangkat yang melambat bisa menimbulkan kecurigaan. Namun, gejala itu tidak otomatis membuktikan HP disadap. Pengguna perlu memeriksa penyebab lain, lalu mengamankan perangkat jika menemukan tanda-tanda yang muncul bersamaan.
Penyadapan atau pemasangan perangkat lunak berbahaya dapat membuka akses ke informasi pribadi, termasuk data yang tersimpan di ponsel. CNN Indonesia pernah mengingatkan bahwa informasi semacam itu bisa disalahgunakan, termasuk untuk mengambil alih akun dan melakukan transaksi keuangan. Karena itu, perubahan pada perangkat sebaiknya tidak diabaikan, tetapi juga perlu ditanggapi dengan pemeriksaan yang cermat.
Perubahan pada baterai, kinerja, dan penggunaan data
Baterai yang cepat habis merupakan salah satu gejala yang kerap dikaitkan dengan aktivitas mencurigakan. Aplikasi yang bekerja di latar belakang dapat membuat ponsel memakai daya lebih besar, termasuk bila ada program yang mengirim informasi dari perangkat. Meski demikian, baterai yang sudah menurun kondisinya atau aplikasi biasa yang terus berjalan juga bisa menjadi penyebab. Periksa lebih dulu penggunaan baterai di pengaturan ponsel.
Performa yang tiba-tiba menurun patut diperiksa. Ponsel mungkin terasa lambat, aplikasi sulit dibuka, atau perangkat berulang kali memulai ulang. Aktivitas yang membebani sistem dapat memicu gangguan seperti itu. CNN Indonesia juga melaporkan kemungkinan aplikasi terbuka atau berjalan tanpa tindakan pengguna. Jika kejadian tersebut berulang, periksa aplikasi yang sedang aktif dan aplikasi yang baru terpasang.
Perhatikan pula penggunaan internet. Kenaikan kuota yang tidak sesuai kebiasaan dapat terjadi ketika aplikasi mengirim data secara terus-menerus. Bandingkan pemakaian data antar-aplikasi melalui pengaturan ponsel. Jika ada aplikasi yang tidak dikenal atau memakai data dalam jumlah tidak wajar, cari tahu fungsinya sebelum menghapusnya.
CNBC Indonesia juga memasukkan iklan pop-up yang muncul berlebihan sebagai tanda yang patut diwaspadai. Iklan seperti itu bisa berkaitan dengan adware, tetapi kemunculannya sendiri belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perangkat disadap. Periksa aplikasi yang baru diinstal, terutama jika iklan mulai muncul setelah pemasangan aplikasi tertentu.
Riwayat telepon dan aplikasi asing perlu dicek
Telusuri riwayat panggilan dan SMS. Panggilan atau pesan keluar yang tidak pernah dilakukan pemilik ponsel merupakan alasan untuk segera memeriksa akun dan layanan seluler. Waspadai juga pesan masuk dari nomor asing yang tampak membalas komunikasi yang tidak pernah dikirim. Catat aktivitas tersebut dan periksa rincian penggunaan pada operator.
Aplikasi yang tidak dikenali juga layak diperiksa. CNN Indonesia menyebut pemasangan aplikasi asing sebagai salah satu cara pelaku bisa memperoleh akses ke perangkat. Tinjau daftar aplikasi dan hapus program yang memang tidak dikenal atau tidak lagi diperlukan, setelah memastikan aplikasi itu bukan bagian dari sistem atau layanan yang digunakan.
Kode USSD tertentu dapat membantu memeriksa pengalihan panggilan. CNN Indonesia menyebut *#21# sebagai salah satu kode yang bisa dicoba melalui menu panggilan, sementara CNBC Indonesia mencantumkan beberapa kode lain untuk memeriksa atau menonaktifkan pengalihan. Hasil dan fungsinya dapat bergantung pada operator serta pengaturan jaringan. Pemeriksaan ini bukan alat untuk memastikan ada atau tidaknya spyware di ponsel.
Amankan akun sebelum mengambil langkah besar
Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, ubah PIN atau pola kunci layar dan kata sandi email dari perangkat yang diyakini aman. Hindari PIN yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir. Email perlu mendapat perhatian karena sering dipakai untuk memulihkan akses ke akun lain. Pastikan pula alamat pemulihan masih dapat digunakan dan aktifkan verifikasi dua langkah pada layanan yang menyediakannya.
Pindai perangkat memakai fitur keamanan atau anti-malware tepercaya. Perbarui sistem operasi dan aplikasi, lalu hapus program yang terindikasi berbahaya. Untuk mencegah masalah serupa, pasang aplikasi melalui toko resmi seperti Google Play Store, App Store, atau Samsung Galaxy Store. Periksa pengembang dan ulasan sebelum mengunduh, serta hindari tautan mencurigakan yang dikirim lewat email atau media sosial.
Jika gejala tetap muncul, reset ke pengaturan pabrik dapat menjadi pilihan. Tindakan ini menghapus data di perangkat, sehingga cadangkan berkas penting terlebih dahulu. Setelah reset, pasang kembali aplikasi yang diperlukan saja. Pengguna juga dapat menghubungi operator seluler untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan nomor dan menanyakan kemungkinan penonaktifan sementara kartu SIM.
Mematikan GPS saat tidak digunakan dan tidak membagikan lokasi langsung kepada orang yang tidak dikenal dapat mengurangi paparan informasi lokasi. Jika ada panggilan, SMS, atau penggunaan data yang tidak dikenali, simpan catatannya dan sampaikan kepada operator. Pemeriksaan lanjutan akan membantu menentukan apakah masalah berasal dari perangkat, akun, atau layanan seluler.
