SMS of Death Ancam Ponsel Android Restart Berulang

Celah SMS of Death dapat memutus koneksi seluler hingga membuat ponsel Android restart berulang. Google telah menyiapkan tambalan untuk perangkat tertentu.

sms-of-death-ancam-ponsel-android-restart-berulang

Serangan SMS of Death dapat mengganggu jaringan seluler dan membuat ponsel Android restart berulang kali. Celah ini ditemukan peneliti keamanan Mark Blaszczyk pada perangkat Android 12 ke atas. Google telah menyiapkan perbaikan untuk sebagian perangkat, tetapi ponsel yang belum menerima tambalan keamanan masih berisiko.

Berbeda dari pesan penipuan yang mengandalkan tautan atau lampiran, serangan ini memanfaatkan pesan WAP Push yang diproses oleh sistem telepon Android secara diam-diam. Pesan tidak perlu muncul di kotak masuk standar agar dapat memicu gangguan, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia.

Pesan diproses sebelum terlihat pengguna

Dalam skenario serangan, pesan masuk ditangani di latar belakang oleh kerangka kerja telepon Android. Karena tidak melewati kotak masuk pesan biasa, pemilik ponsel mungkin tidak menyadari bahwa ada pesan yang sedang diproses sebelum layanan seluler terganggu.

Celah tersebut dapat memengaruhi fungsi jaringan seluler. Panggilan yang sedang berlangsung bisa terputus, termasuk panggilan darurat. Perangkat juga berpotensi kehilangan koneksi seluler untuk sementara.

Risikonya meningkat jika pesan dikirim berulang kali dalam waktu singkat. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Ubergizmo, sekitar 20 pesan dapat memicu ponsel melakukan bootloop, yakni terus menyala ulang tanpa berhasil masuk ke sistem secara normal.

Dalam kondisi lebih berat, perangkat dapat mengalami bricking dan tidak bisa digunakan. Pemulihan mungkin memerlukan bantuan teknisi atau komputer untuk menghapus berkas sistem yang rusak secara manual. Karena itu, gangguan ini bukan sekadar ponsel yang perlu dinyalakan ulang sekali.

Sejumlah ponsel populer ikut diuji

Pengujian terhadap celah tersebut menemukan dampak pada beberapa perangkat yang banyak digunakan, termasuk Google Pixel dan Samsung Galaxy. Temuan ini tidak berarti semua ponsel dengan kedua merek itu pasti terdampak. Risiko bergantung pada versi Android dan apakah perangkat sudah menerima pembaruan yang menutup celah.

Mark Blaszczyk mengidentifikasi masalah pada perangkat Android 12 ke atas di berbagai negara. Google kemudian mengembangkan tambalan keamanan yang disertakan dalam pembaruan keamanan Oktober dan November untuk perangkat dengan Android 14 atau versi lebih baru.

Perbaikan itu dirancang agar sistem mengenali pesan berbahaya lalu menghapusnya sebelum diproses oleh kerangka kerja telepon. Dengan mekanisme tersebut, pesan tidak semestinya mencapai tahap yang dapat mengganggu layanan seluler.

Namun, ketersediaan tambalan tidak sama untuk semua perangkat. Ponsel lama dengan versi Android lawas yang belum memperoleh perbaikan masih rentan, menurut laporan tersebut. Pengguna dapat memeriksa pembaruan sistem pada pengaturan perangkat dan memasang versi keamanan terbaru yang tersedia bagi ponselnya.

Pembaruan keamanan menjadi langkah utama

Untuk pengguna, tindakan paling jelas adalah memastikan sistem operasi dan pembaruan keamanan tidak tertinggal. Ponsel yang menjalankan versi Android lebih baru pun perlu diperiksa, sebab keberadaan versi sistem saja tidak memastikan tambalan terkait sudah terpasang.

Jika perangkat tidak lagi menerima pembaruan keamanan, laporan yang tersedia tidak menyebutkan solusi teknis lain yang dapat diterapkan langsung oleh pengguna. Dalam keadaan itu, pemilik ponsel sebaiknya meminta arahan layanan teknis, terutama bila perangkat mulai mengalami restart berulang atau kehilangan koneksi seluler.

Google telah memasukkan perbaikan ke pembaruan Oktober dan November untuk perangkat yang memenuhi ketentuan versi Android. Pengguna perlu memastikan pembaruan tersebut sudah diterapkan; ponsel yang belum mendapat tambalan tetap menjadi perhatian, khususnya bila sistemnya sudah lama tidak diperbarui.

Fokustoday