IHSG Ditutup di 4.904, Asing Jual Saham BUMN

IHSG ditutup di 4.904,28 setelah sempat jatuh ke 4.895. Asing mencatat penjualan bersih pada BBRI, TLKM, dan ANTM, tetapi membeli sejumlah saham BUMN lain.

ihsg-ditutup-4904-asing-jual-saham-bumn

IHSG menutup perdagangan Selasa, 3 November 2026, di level 4.904,28 setelah sempat merosot hingga 4.895. Tekanan jual asing terlihat pada sejumlah saham BUMN, terutama BBRI, TLKM, dan ANTM, saat indeks kehilangan 3,78 persen dalam sehari.

Data RTI yang dikutip detikFinance mencatat IHSG turun 192,54 poin dari penutupan sebelumnya. Indeks sempat dibuka menguat di posisi 5.126 dan mencapai 5.143, sebelum berbalik arah dan jatuh menembus level psikologis 5.000. Kompas.id juga melaporkan IHSG sempat berada di bawah ambang tersebut.

Perubahan arah dari zona hijau ke penurunan tajam berlangsung dalam satu sesi perdagangan. Di akhir hari, jumlah saham yang melemah jauh melampaui saham yang naik. Situasi itu menunjukkan tekanan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten besar.

BBRI, TLKM, dan ANTM masuk daftar jual asing

Pada sesi pertama, nilai saham yang dilepas investor asing tercatat Rp 2,44 triliun. Pembelian asing pada periode yang sama mencapai Rp 1,61 triliun. Selisihnya menghasilkan penjualan bersih asing sebesar Rp 831,55 miliar, menurut data yang disampaikan detikFinance.

Data Stockbit menempatkan tiga saham BUMN sebagai emiten dengan penjualan bersih asing terbesar pada paruh pertama perdagangan. BBRI mencatat net foreign sell Rp 173,45 miliar, disusul TLKM Rp 95,77 miliar dan ANTM Rp 69,40 miliar.

Namun, arus dana asing tidak bergerak ke satu arah saja. Saham perusahaan pelat merah juga mengisi tiga posisi teratas dalam daftar pembelian bersih asing. BRIS dibeli bersih Rp 37,87 miliar, BMRI Rp 27,88 miliar, sedangkan BBNI Rp 16,63 miliar.

Perbedaan arus pada saham-saham tersebut memberi gambaran bahwa aksi jual asing tidak merata di seluruh emiten BUMN. Sebagian saham dilepas, sementara saham lain masih mencatat pembelian bersih. Data transaksi sesi pertama itu belum menjelaskan alasan investor memilih masing-masing saham.

Nilai transaksi mencapai Rp 11,43 triliun

Sepanjang perdagangan, nilai transaksi tercatat Rp 11,43 triliun. Sebanyak 24,72 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 1,38 juta transaksi. Dari saham yang tercatat, 624 melemah, 57 menguat, dan 37 tidak berubah.

Perbandingan jumlah saham yang turun dan naik memperlihatkan luasnya tekanan pada hari itu. Meski begitu, data indeks dan transaksi tersebut tidak dengan sendirinya memastikan satu faktor sebagai penyebab tunggal koreksi. Laporan IDNFinancials menyebut IHSG turun 2,62 persen pada sesi pertama, sedangkan angka penutupan yang dicatat detikFinance menunjukkan pelemahan lebih dalam hingga akhir perdagangan.

Sejumlah laporan media juga mengaitkan koreksi pasar dengan penyesuaian portofolio serta sikap investor yang menghindari risiko. Antara melaporkan adanya pandangan analis bahwa pelemahan terkait kombinasi rebalancing aset dan risk-off. Kumparan, dalam laporan terpisah, menyebut MSCI dan harga minyak sebagai faktor yang masih diperhatikan dalam koreksi IHSG. Informasi tersebut menggambarkan sejumlah penjelasan yang beredar, bukan kepastian bahwa satu faktor saja mendorong penurunan.

Pelemahan meluas ke sejumlah periode

Penurunan Selasa menambah tekanan pada kinerja indeks dalam rentang waktu lebih panjang. Dalam sepekan, IHSG tercatat turun 6,87 persen. Pelemahan bulanan mencapai 20,81 persen, sementara secara year to date indeks terkoreksi 43,28 persen. Dibandingkan posisi setahun sebelumnya, IHSG berada 39,59 persen lebih rendah.

Angka-angka itu menunjukkan bahwa penutupan di bawah 5.000 terjadi ketika indeks sudah mencatat kemunduran tajam pada beberapa horizon. Namun, data yang tersedia belum merinci pergerakan IHSG pada hari-hari berikutnya ataupun tindakan lanjutan dari investor dan otoritas pasar.

Untuk perdagangan Selasa tersebut, titik terendah indeks berada di 4.895 dan penutupan hanya sedikit lebih tinggi. Perhatian berikutnya tertuju pada apakah tekanan jual berlanjut serta bagaimana pergerakan saham-saham yang mencatat transaksi asing terbesar pada sesi pertama.

Fokustoday