The Fed Tahan Bunga, Dua Pejabat Minta Kenaikan

The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75-4,00 persen, tetapi Lisa Cook dan Beth Hammack mendukung kenaikan. Inflasi dan data ekonomi akan menjadi pertimbangan FOMC berikutnya.

the-fed-tahan-bunga-dua-pejabat-minta-kenaikan

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4,00 persen, tetapi keputusan itu tidak bulat. Dua anggota komite kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) justru menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin, saat inflasi masih dinilai tinggi.

Federal Open Market Committee (FOMC) mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu waktu AS, atau Kamis dini hari waktu Indonesia, 29 Oktober 2026. Pertemuan kebijakan berlangsung selama dua hari. CNBC Indonesia melaporkan Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menjadi dua pejabat yang berbeda pendapat.

Perbedaan itu menandai adanya dukungan untuk pengetatan lebih lanjut di dalam komite, meski mayoritas memilih mempertahankan tingkat bunga. Keputusan berikutnya akan bergantung pada perkembangan ekonomi dan data yang masuk.

Inflasi masih menjadi perhatian FOMC

Dalam pernyataan kebijakan, FOMC menyebut inflasi masih berada pada tingkat tinggi. Komite mengatakan informasi ekonomi tambahan akan menjadi bahan untuk menentukan sikap yang sesuai demi membawa inflasi kembali ke sasaran 2 persen secara tepat waktu.

Pernyataan itu tidak mengunci arah kebijakan berikutnya. Namun, pengakuan bahwa inflasi belum terkendali sepenuhnya membuat peluang kenaikan suku bunga tetap terbuka apabila perkembangan data mendukung langkah tersebut.

Perjalanan suku bunga dalam dua tahun terakhir berlangsung berbalik arah beberapa kali. The Fed menahan tingkat bunga pada kisaran 4,25-4,50 persen hingga Agustus 2025, lalu memangkasnya pada September, Oktober, dan Desember tahun itu. Posisi akhirnya menjadi 3,50-3,75 persen.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, suku bunga kembali ditahan. Bank sentral kemudian menaikkannya pada September ke kisaran yang kini dipertahankan. Dengan demikian, keputusan Oktober datang setelah kenaikan pada bulan sebelumnya, bukan setelah rangkaian pemangkasan baru.

Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi petunjuk mengenai keputusan pada rapat mendatang. Ia mengatakan belum ingin memperkirakan sikap komite ketika para pejabat kembali bertemu sekitar enam pekan kemudian.

Warsh menilai ekonomi AS menguat

Dalam konferensi pers, Warsh mengakui upaya mencapai stabilitas harga belum selesai. Ia juga mengatakan pembahasan kebijakan dalam beberapa hari terakhir lebih banyak berpusat pada mandat tersebut.

Di sisi lain, Warsh menggambarkan sejumlah indikator ekonomi sebagai tanda penguatan. Perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto AS pada semester pertama 2026 direvisi dari 1,8 persen menjadi 2,4 persen. Pertumbuhan pada kuartal ketiga diperkirakan lebih cepat.

Pasar tenaga kerja juga disebut menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran turun dibandingkan setahun sebelumnya, sementara rata-rata klaim tunjangan pengangguran selama empat pekan berada pada titik terendah dalam beberapa generasi, menurut Warsh.

Warsh turut menyinggung dampak suku bunga tinggi terhadap pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan. Menurut dia, investor makin selektif dan kondisi keuangan mengetat di sejumlah sektor. Meski demikian, belanja modal perusahaan tetap kuat dan mulai menyebar ke lebih banyak bagian ekonomi.

Jadwal rapat dan komunikasi kebijakan berubah

The Fed akan mengubah penggunaan sebagian rapat kebijakannya mulai 2027. Bank sentral tetap merencanakan delapan rapat per tahun, tetapi tidak semua pertemuan akan digunakan untuk menentukan suku bunga.

Rencana yang disampaikan Warsh mencakup rapat khusus untuk membahas strategi moneter, tanpa pemungutan suara atas suku bunga maupun penerbitan pernyataan kebijakan. Sejumlah rapat lainnya akan digunakan untuk keputusan kebijakan dan pembahasan strategi. Warsh mengatakan format itu memberi ruang lebih luas untuk menelaah persoalan ekonomi jangka panjang.

Ia juga menyatakan tidak mendukung praktik forward guidance, yakni komunikasi yang memberi gambaran tentang arah suku bunga pada masa depan, kecuali dalam keadaan darurat atau krisis. Menurut Warsh, pendekatan itu pernah berguna dalam situasi luar biasa seperti krisis keuangan global 2008, tetapi tidak diperlukan dalam kondisi ekonomi normal.

Warsh menegaskan pembahasan FOMC tidak dipengaruhi politik menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Ia mengatakan politik maupun pemilu tidak menjadi pokok pembicaraan dalam rapat dua hari tersebut. Untuk keputusan berikutnya, komite masih menunggu perkembangan data sebelum menentukan kebijakan.

Fokustoday