IHSG Terpuruk ke 4.996, Airlangga Sebut Sentimen Pasar

IHSG ditutup melemah 3,64 persen ke level 4.996,61, terendah sejak pandemi. Airlangga menyebut koreksi dipicu sentimen negatif terkait pengumuman MSCI.

ihsg-terpuruk-ke-4996-airlangga-sebut-sentimen-pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4.996,61 pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah turun 3,64 persen atau 188,49 poin. Pelemahan itu membawa IHSG ke bawah 5.000 dan menjadi level terendah sejak masa pandemi Covid-19, di tengah tekanan sentimen pasar menyusul pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai koreksi tersebut merupakan respons yang lazim ketika pasar menghadapi sentimen negatif. Ia juga menyebut aturan auto rejection sebesar 7 persen ikut menjaga pergerakan indeks.

“Ya biasa kalau ada sentimen negatif kan biasa turun. Tetapi dengan adanya regulasi auto rejection 7% kan relatif terjaga dan penutupan tadi 5.000 lebih sedikit,” kata Airlangga.

Ketika ditanya soal IHSG yang menyentuh level terendah sejak pandemi, Airlangga tidak melihatnya sebagai hal luar biasa. Menurut dia, naik-turunnya indeks bergantung pada isu dan sentimen yang berkembang di pasar.

Tekanan IHSG mengikuti pengumuman MSCI

Pelemahan indeks berlangsung setelah MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi publik mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Lembaga keuangan asal Amerika Serikat itu mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi di pasar saham Indonesia. MSCI juga menyoroti persoalan transparansi serta dugaan praktik perdagangan yang berkaitan dengan pembentukan harga saham.

Tekanan terlihat tajam pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada hari itu, IHSG ditutup di level 5.185,105 setelah anjlok 678,675 poin atau 11,57 persen dalam sehari. Koreksi berlanjut hingga perdagangan Senin, ketika indeks kembali kehilangan 188,49 poin dan berakhir di bawah 5.000.

Meski demikian, Airlangga menyatakan pemerintah belum perlu menganggap konsultasi MSCI sebagai keputusan final. Proses konsultasi tersebut masih berlangsung hingga Juni 2027, sehingga masih ada waktu untuk menanggapi penilaian dan kekhawatiran yang disampaikan.

“Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia (MSCI) ngancam-ngancam dikit,” ujar Airlangga.

Danantara berencana menambah kepemilikan saham BUMN

Terpisah, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyebut IHSG di bawah 5.000 sebagai dinamika pasar. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih baik dan menyatakan Danantara berencana menambah kepemilikan pada sejumlah perusahaan pelat merah yang memiliki fundamental kuat.

Menurut Dony, penurunan indeks tidak mengubah rencana tersebut. Danantara Investment Management, kata dia, akan menambah kepemilikan saham karena perusahaan-perusahaan BUMN dengan fundamental yang baik dinilai tetap memiliki prospek.

“Biasa itu dinamika. Yang paling penting fundamental kita bagus. Karena itu dari Danantara Investment Manajemen akan menambah kepemilikannya sayang dong,” kata Dony.

Pernyataan itu disampaikan saat pasar menghadapi gejolak setelah pengumuman MSCI. Namun, rencana penambahan kepemilikan yang disampaikan Dony secara khusus menyasar perusahaan BUMN dengan fundamental yang dinilai masih bagus, bukan seluruh saham di pasar.

Pemerintah menyatakan ekonomi tetap stabil

Pada hari yang sama, Airlangga juga melaporkan kondisi perekonomian kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih stabil dan memaparkan sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, perbankan, investasi hingga upaya mendorong ekspor.

Pemerintah, menurut Airlangga, akan memacu ekspor dari berbagai sektor, termasuk manufaktur. Hambatan yang mengganggu kegiatan ekspor akan dibenahi melalui satuan tugas khusus.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara turut melaporkan bahwa ekonomi Indonesia masih resilien di tengah gejolak global. Ia menyebut pertumbuhan tetap solid, inflasi terkendali, dan defisit APBN terjaga. Pemerintah juga akan menelaah efisiensi anggaran, sembari mempertahankan belanja negara yang ditargetkan lebih tinggi pada kuartal IV-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pernyataan mengenai kondisi ekonomi makro itu menjadi konteks bagi upaya pemerintah merespons gejolak pasar. Namun, perhatian investor juga tertuju pada tindak lanjut konsultasi MSCI dan langkah untuk menjawab isu transparansi serta tata kelola perdagangan. Perkembangan proses tersebut hingga Juni 2027 akan menjadi salah satu hal yang dipantau pasar, sementara pergerakan IHSG tetap dipengaruhi sentimen yang berkembang.

Fokustoday