Padang Siapkan 242 Lokasi Tracing TBC

Dinas Kesehatan Kota Padang menyiapkan 242 lokasi penelusuran kontak TBC di 104 kelurahan. Sasaran pemeriksaan mencapai sekitar 24.200 orang.

padang-siapkan-242-lokasi-tracing-tbc

Dinas Kesehatan Kota Padang menyiapkan 242 lokasi penelusuran kontak tuberkulosis (TBC), dengan sasaran sekitar 100 orang di setiap lokasi. Program yang menjangkau 104 kelurahan itu ditujukan untuk menemukan warga yang mungkin tertular setelah berinteraksi dengan pasien TBC.

Jika seluruh sasaran tercapai, sekitar 24.200 orang akan diperiksa. Dinkes Padang mengintensifkan kegiatan ini hingga pertengahan November 2026. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah kelurahan dan kader kesehatan setempat untuk membantu menjangkau warga yang masuk dalam sasaran.

Penelusuran tidak terbatas pada orang yang tinggal serumah dengan pasien. Warga yang pernah berhubungan dengan pasien di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, maupun sekolah juga dapat diminta mengikuti pemeriksaan.

Riwayat kontak menjadi dasar pemeriksaan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, Dessy M. Siddik, mengatakan petugas memulai penelusuran dari pasien yang telah dipastikan mengidap TBC. Riwayat interaksi digunakan untuk mengenali orang-orang yang berpotensi terpapar, lalu mereka diarahkan menjalani pemeriksaan.

“Dari pasien TBC yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut,” ujar Dessy, Selasa (3/11/2026).

Informasi mengenai orang yang pernah berinteraksi dengan pasien menjadi pintu masuk untuk pemeriksaan berikutnya. Karena itu, peran kelurahan dan kader kesehatan dibutuhkan untuk menjangkau warga di lokasi yang telah ditetapkan, terutama mereka yang memiliki riwayat kontak.

Rincian mengenai 242 lokasi tersebut memberi gambaran skala kegiatan yang disiapkan. Setiap titik memiliki sasaran sekitar 100 orang, sementara cakupan administrasinya meliputi seluruh 104 kelurahan di Padang. Pemeriksaan diarahkan kepada orang yang berpotensi terpapar, bukan semata-mata warga yang sudah merasakan keluhan.

Hasil awal menentukan tindak lanjut

Warga yang menunjukkan gejala atau dicurigai terinfeksi berdasarkan pemeriksaan awal akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Salah satu pemeriksaan yang disebutkan Dinkes adalah tes dahak, yang digunakan untuk memastikan diagnosis.

Jika hasil pemeriksaan memastikan seseorang positif TBC, pasien akan mendapat pengobatan. Adapun warga dengan hasil negatif tetap memperoleh edukasi mengenai pencegahan penularan dan etika batuk. Dengan alur tersebut, pemeriksaan tidak berhenti pada pengumpulan sasaran, tetapi dilanjutkan sesuai hasil yang diperoleh.

Penelusuran kontak juga memberi kesempatan bagi petugas menemukan kasus yang belum diketahui. Orang yang hidup atau beraktivitas dekat dengan pasien bisa saja belum menjalani pemeriksaan sebelumnya. Identifikasi lebih awal memungkinkan mereka yang dinyatakan positif segera memperoleh penanganan, sekaligus membantu mengurangi peluang penularan kepada orang lain.

Dalam laporan InfoPublik, Dinkes Padang mengimbau warga yang menerima undangan atau masuk sasaran agar menyediakan waktu untuk memeriksakan diri. Kesediaan warga menjadi bagian dari proses penelusuran, sebab petugas perlu menjangkau orang-orang yang teridentifikasi melalui riwayat kontak.

Warga sasaran diminta datang

Dessy menyampaikan harapan agar warga yang dipilih dapat mengikuti pemeriksaan. Bila hasilnya menunjukkan infeksi, penanganan dapat dimulai lebih cepat. Sebaliknya, warga yang tidak terinfeksi tetap mendapat informasi untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan sekitar.

Program ini dirancang berlangsung di 242 titik sampai pertengahan November 2026. Dinkes, kelurahan, dan kader kesehatan akan menjalankan penelusuran di 104 kelurahan, sementara warga yang masuk sasaran diminta mengikuti pemeriksaan dan tahapan lanjutan sesuai hasilnya.

Fokustoday