Job Fair Smesco Ramai, Pramono Bidik Pengangguran 3,5%

Job fair di Gedung Smesco dipadati ribuan pencari kerja. Pramono Anung menyebut tingkat pengangguran Jakarta turun menjadi 5,79 persen dan menargetkan angka 3,5 persen.

job-fair-smesco-pramono-bidik-pengangguran-35-persen

Ribuan pencari kerja memadati bursa kerja Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Di tengah ramainya warga yang mengadu peruntungan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut angka pengangguran terbuka di Ibu Kota mulai turun dan berharap dapat ditekan hingga 3,5 persen.

Pramono mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta pada Mei 2026 tercatat 5,79 persen. Angka itu lebih rendah daripada rata-rata sekitar 6 persen yang selama ini menjadi gambaran tingkat pengangguran di Jakarta. Meski demikian, ia mengakui penurunan tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pekerjaan.

“Sekarang tingkat pengangguran terbuka di Jakarta sudah turun di angka 5,79%, saya berharap segera bisa turun di angka 3,5%, karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” kata Pramono di acara job fair tersebut.

Pengangguran Jakarta turun, tetapi belum memenuhi kebutuhan

Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta menunjukkan TPT pada Mei 2026 mencapai sekitar 323.000 orang. Pada akhir 2024, angkanya tercatat 6,21 persen atau sekitar 337.000 orang. Dengan demikian, tingkat pengangguran turun 0,42 poin persentase dalam periode tersebut.

Perubahan itu menjadi perkembangan positif, tetapi besarnya jumlah warga yang belum bekerja masih menjadi pekerjaan rumah. Pramono mengatakan pemerintah daerah perlu terus mendorong penyediaan lapangan kerja agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan bekerja.

“Lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya 6%, sekarang 5,79%, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan, keinginan publik,” ujarnya.

Job fair di Smesco menjadi salah satu ruang bagi pencari kerja untuk mencari peluang di tengah kebutuhan tersebut. Namun, Pramono tidak menyebutkan kapan target penurunan TPT menjadi 3,5 persen harus tercapai. Ia berharap Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan pengangguran.

Pelatihan bahasa untuk peluang kerja luar negeri

Di luar peluang kerja di dalam negeri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong warga untuk memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri. Pramono menyebut Jakarta telah bekerja sama dengan sejumlah negara dan kota dunia, antara lain Singapura, Jepang, negara-negara di kawasan Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.

Menurut dia, kemampuan berbahasa asing masih menjadi kendala bagi calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri. Karena itu, ia meminta Disnakertransgi menyosialisasikan pelatihan bahasa kepada pencari kerja yang membutuhkan bekal tersebut.

“Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerjaan Jakarta. Pemerintahan Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri yang bahasanya belum bagus,” kata Pramono.

Warga yang berminat dapat menggunakan fasilitas pemerintah daerah, termasuk Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa. Pramono meminta informasi mengenai fasilitas itu disampaikan kepada masyarakat agar calon pekerja mengetahui dukungan yang tersedia sebelum berangkat bekerja di luar negeri.

“Calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri, bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta. Ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa,” ujarnya.

Target penurunan pengangguran dan pelatihan keterampilan menjadi dua jalur yang disoroti pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja. Besarnya minat warga di bursa kerja Smesco juga memperlihatkan pentingnya akses terhadap informasi pekerjaan dan kesiapan pencari kerja. Ke depan, efektivitas program-program tersebut akan bergantung pada seberapa luas kesempatan kerja yang tersedia dan seberapa tepat dukungan pelatihan menjawab kebutuhan calon pekerja.

Fokustoday